Duh! 142 Pedagang Pasar di Jakarta Positif COVID-19 Hasil Swab dari 6.624 Orang

PD Pasar Jaya mencatat sebanyak 142 pedagang di sejumlah pasar di Jakarta yang positif terinfeksi Covid-19. Jumlah tersebut didapat setelah pihaknya melakukan tes usap di 68 pasar Jakarta di bawah Pasar Jaya.

Duh! 142 Pedagang Pasar di Jakarta Positif COVID-19 Hasil Swab dari 6.624 Orang
Istimewa. (Istimewa)

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - PD Pasar Jaya mencatat sebanyak 142 pedagang di sejumlah pasar di Jakarta yang positif terinfeksi Covid-19. Jumlah tersebut didapat setelah pihaknya melakukan tes usap di 68 pasar Jakarta di bawah Pasar Jaya.

"Jadi yang sudah swab test 68 pasar, melibatkan 6.624 pedagang. Hasilnya, yang positif 142 atau 2 persen," kata Direktur Utama Pasar Jaya Arief Nasrudin di Balai Kota, Selasa (30/6).

Dari hasil tes tersebut, imbuhnya, diketahui sebanyak 4.967 pedagang negatif, dan sebanyak 1.115 pedagang masih menunggu hasil tes swab PCR.

Arief mengklaim, angka tersebut tidak naik signifikan. Pasalnya, jumlah pasar yang dites juga bertambah hampir setengahnya.

"Tadinya cuma 33 pasar 115 positif, sekarang 68 pasar statis angkanya 142 positif," tutur Arief.

Ia juga menekankan, swab test untuk para pedagang pasar akan terus digencarkan. Ini ditujukan untuk mengetahui lebih lanjut soal penyebaran virus corona di sejumlah pasar di Jakarta.

"Swab test ini kan memang untuk melakukan antisipasi penyebaran, karena kalau tidak dilakukan swab, kita enggak tahu (jumlah pedagang positif virus corona)," jelasnya.

Data milik Pasar Jaya berbeda dari data yang dipaparkan Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi). Berdasarkan data Ikappi per Jumat (26/6), jumlah pedagang pasar di Jakarta yang positif Covid-19 mencapai 192 orang. 192 pedagang pasar yang positif tersebut berasal dari 26 pasar di Jakarta.

"Bertambahnya kasus positif Covid-19 ini karena program rapid dan swab test oleh pemerintah terus dilakukan pada pedagang pasar sebagai upaya deteksi dini dan memutus mata rantai penyebaran covid di pasar," kata Ketua Umum Ikappi Dimas Hermadiyansyah dalam keterangan tertulisnya, Jumat (26/6).

Sumber: Merdeka.com
Editor: Ari