Duh! Harga Sawit dan Gambir Anjlok di Pesisir Selatan

Duh! Harga Sawit dan Gambir Anjlok di Pesisir Selatan

BRITO.ID, BERITA PAINAN - Harga dua komoditas yakni tandan buah segar kelapa sawit dan getah gambir anjlok jelang lebaran 1440 Hijriah di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

"Khusus harga tandan buah segar kelapa sawit terutama produksi kebun rakyat anjlok dari Rp600 per kilogram menjadi Rp400 per kilogram," kata seorang petani kelapa sawit, Muis (50) di Kecamatan Lengayang, Minggu (26/5).

Menurut dia penurunan itu telah berlangsung sejak tiga hari terakhir, meski harganya murah petani tetap menjual dari pada mengalami kerugian yang lebih besar lagi.

Sementara itu, petani gambir di Kecamatan Sutera, Ikal (46) menyebutkan harga getah gambir sejak sepekan terakhir hanya Rp18.000 per kilogram dari sebelumnya Rp22.000 per kilogram.

"Semenjak awal tahun 2019 harga getah gambir berada di rentang Rp20.000- Rp22.000 per kilogram. Namun jelang lebaran malah semakin anjlok," kata dia.

Ia mengatakan tidak mengetahui secara pasti penyebab anjloknya harga kedua komoditas tersebut. Menurutnya di sini rata-rata seluruh petani menjual hasil panen langsung ke pedagang pengumpul dan berapapun harga yang dipatok maka itulah harga yang disepakati.

Khusus tandan buah segar kelapa sawit setelah dibeli ke para petani pedagang pengumpul langsung menjualnya ke pabrik pengelolaan baik di dalam maupun di luar kabupaten.

Sementara itu khusus getah gambir, setelah dibeli ke petani pedagang pengumpul terlebih dahulu mengeringkan dalam jangka satu hingga dua pekan, setelah itu baru dijual ke pedagang besar di Kota Padang.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Pesisir Selatan, Nuzirwan mengaku tidak bisa berbuat banyak perihal murahnya harga tandan buah segar kelapa sawit produksi kebun rakyat.

Menurutnya penetapan harga seperti halnya produksi tandan buah segar kelapa sawit kebun plasma sulit diwujudkan, salah satu upaya agar harga bersaing ialah mendatangkan investor pengelola tandan buah segar kelapa sawit.

Sementara terkait harga getah gambir yang cenderung tidak stabil pihaknya berencana akan melakukan uji katekin sehingga diketahui besaran kadar katekin dari getah gambir produksi petani setempat.

Ke depan lanjutnya, besaran kadar katekin yang merupakan antioksidan alami tersebut bisa dijadikan landasan negosiasi harga antara petani dengan pedagang pengumpul. (red)