Ekowisata Mangrove di Desa Kuala Lagan Kabupaten Tanjabtim Diinisiasi Akademi Mahasiswa KKN Kebangsaan

Wacana pengembangan wisata Kabupaten Tanjung Jabung Timur melalui wisata mangrove di Desa Kuala Lagan mulai diinisiasi oleh Akademisi Mahasiswa KKN Kebangsaan. Dukungan penuh dari Ikatan Pemuda Desa dan pemerintah Desa yang turut serta dalam pembangunan ekowisata Mangrove.

Ekowisata Mangrove di Desa Kuala Lagan Kabupaten Tanjabtim Diinisiasi Akademi Mahasiswa KKN Kebangsaan
Eko Wisata Mangrove (brito.id)

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Wacana pengembangan wisata Kabupaten Tanjung Jabung Timur melalui wisata mangrove di Desa Kuala Lagan mulai diinisiasi oleh Akademisi Mahasiswa KKN Kebangsaan. Dukungan penuh dari Ikatan Pemuda Desa dan pemerintah Desa yang turut serta dalam pembangunan ekowisata Mangrove.

Kedatangan kelompok Mahasiswa dari gabungan Universitas dan Fakultas yang berbeda-beda di Desa Kuala Lagan sebagai Posko XXII disambut hangat oleh Kepala Desa Kuala Lagan, Jambi.

Pada Kesempatan ini Pegawai Desa menyampaikan masalah dan potensi sesuai dengan kondisi terkini. 

Humas Posko 22 Hasbi Ashshiddiqi menyampaikan dari pihak desa menerangkan beberapa hal mengenai potensi desa dan lingkungannya, khususnya mangrove yang dapat dimanfaatkan sebagai objek wisata di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

"Pengembangan wisata Mangrove ini tidak hanya membuka potensi wisata, melainkan juga edukasi dan pemanfaatan kepiting mangrove lebih lanjut lagi. Selain itu, pengembangan wisata ini akan berdampak pada pelestarian tanaman mangrove yang ada di Desa Kuala Lagan, adanya pelestarian ini juga akan membantu ekosistem laut dan pencegahan abrasi mengingat kondisi geografis desa yang dekat dengan laut," katanya, Rabu (11/8)

Pemerintah Desa menyambut baik adanya upaya pengembangan mangrove di Kabupaten Tanjung Jabung Timur menjadi objek wisata di Jambi. Tenaga pemuda bersama Mahasiswa KKN Kebangsaan mulai melakukan perancangan desain, bahan, dan alat yang dibutuhkan dalam pengembangan wisata.

Sebagai langkah awal, bambu dan kayu pinang mulai dikumpulkan sebagai pondasi dan bangunan ekowisata mangrove.

Selanjutnya dengan adanya ekowisata ini juga mungkin dapat berdampak baik pada perekonomian dan lingkungan Hutan Mangrove yang selama ini belum diolah di kabupaten Tanjung Jabung Timur. (red)