Gubernur Jambi: Upaya MTQ Tidak Boleh Berhenti Mendidik Umat

Gubernur Jambi: Upaya MTQ Tidak Boleh Berhenti Mendidik Umat
Gubernur Jambi Bersama Bupati dan Wakil Bupati Bungo (Raden Romi/BRITO.ID)

BRITO.ID, BERITA JAMBI- Gubernur Jambi Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum menutup secara resmi pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-49 Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2019 di Arena MTQ Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, Kamis (21/11/19) malam.

Penutupan MTQ juga dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Jambi, Hj.Rahima Fachrori, Bupati Bungo H. Mashuri beserta istri, Wakil Bupati Bungo Safrudin Dwi Aprianto beserta istri, Bupati/Wakil Bupati dan yang mewakili, Forkopimda Provinsi Jambi dan Kabupaten Bungo,  Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi, serta para tamu dan undangan  turut hadir dalam acara tersebut.  

Gubernur Jambi Dr.Drs.H.Fachrori Umar, M.Hum, menyampaikan ungkapan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi bagi kesuksesan penyelenggaraan MTQ ke 49 Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2019.

Gubernur Jambi Bersama Bupati dan tamu undangan lainnya (Raden Romi/BRITO.ID)

Dikatakannya, semangat membacakan dan menghayati kalam Ilahi serta mendalami isi dan mengamalkan ajaran Al Quran dalam kehidupan sehari-hari diharapkan tidak  hanya tumbuh dan layu untuk semusim.

"Seharusnya dipandang sebagai kebutuhan bagi setiap muslim untuk itu bagian upayanya dengan melaksanakan MTQ," harap Gubernur Jambi. 

Dalam pandangan Gubernur Jambi,  pelaksanaan MTQ merupakan wahana memacu pengembangan tilawah, hafalan serta pendalaman isi Al Quran. Upaya yang tidak boleh berhenti dan sebagai kegiatan yang bersifat kolosal dan sarat dengan syiar Islam.

"Kegiatan MTQ dapat dikatakan menjadi sia-sia apabila tidak meninggalkan pengaruh di tengah masyarakat," kata Gubernur.

Untuk itu diperlukan perhatian dan tanggungjawab seluruh komponen umat dan jajaran pemerintah agar penyelenggaraan MTQ memberi pengaruh positif yang tampak dan dirasakan secara nyata, dan terukur dalam perkembangan kehidupan bangsa kedepan.

"Kami menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya penyelenggaraan MTQ tersebut bisa dijadikan sebagai momentum kebangkitan dalam menjadikan umat Islam sebagai masyarakat Qurani  juga dapat semakin memperteguh keimanan kepada Allah SWT," ungkap H.Fachrori Umar. 

Diakhir sambutan Gubernur Jambi  berpesan kepada qori-qoriah, hafiz-hafizah, mufassir-mufassirah, peraih peringkat juara dalam MTQ  berupaya mempertahankan kemampuan termasuk bagi yang belum berhasil untuk terus berlatih dan memacu diri meraih prestasi pada kesempatan yang akan datang

"Saya mengingatkan kepada yang menang maupun yang belum bahwa semangat untuk bermusabaqah  untuk meraih penghargaan tidak selayaknya sampai menggeser niat ikhlas untuk meningkatkan syiar Al Quran dan membudayakan dalam kehidupan umat Islam ditanah air," ujar Gubernur Jambi. 

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi, Drs.H.Muhamad,M.Pd.I, menyampaikan, pelaksanaan MTQ tersebut dapat menambah semangat membaca, memahami, mengamalkan Al Quran terus ada dalam setiap qalbu umat Islam.

"Al Quran membentuk akhlak mulia, keimanan dan cinta damai dengan sesama. Nilai Al Quran juga dapat membangun optimisme dan kearifan yang dapat menjadi solusi terbaik bagi individu menjalani kehidupan," kata Kakanwil Kemenag Jambi.

Sebelumnya, Bupati Bungo H.Mashuri,SP, ME menyampaikan ungkapan syukur bahwa perhelatan MTQ ke-49 di Bungo bisa terlaksana telah terlaksana dengan baik dan sesuai jadwal. Ini semua, berkat partisipasi, dedikasi dari para kafilah, dewan hakim dan penyelenggara dan semua pihak yang terkait.

"Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Bungo selaku tuan rumah saya sampaikan penghargaan setinggi tingginya menghaturkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi," ungkap H. Mashuri. 

Menurut Bupati Bungo H.Mashuri, momentum MTQ ke 49 Tingkat Provinsi Jambi  memberikan kesan tersendiri bagi masyarakat  Bungo maupun masyarakat Provinsi Jambi pada umumnya.

"Merupakan komitmen  kecintaan kita terhadap Al Quran sebagai pedoman dan tuntunan hidup umat Islam terlebih lagi di era digital dan milenium saat ini akibat kemajuan zaman memerlukan penawar yakni diantaranya menguatkan diri dengan senantiasa berpedoman pada ajaran Al Quran," kata Bupati Bungo. 

Bupati Bungo menilai saat arus informasi dan globalisasi yang bergerak begitu cepat dan terkadang tanpa ada filterisasi maka kegiatan MTQ ini sangat strategis selain sebagai ajang silaturahmi juga menjadi harapan besar MTQ dapat memahami nilai luhur Al Quran yang bersifat universal.

Point penting pelaksanaan MTQ bukan pada esensi lomba untuk meraih gelar qori-qoriah terbaik namun yang lebih penting adalah menjadikan kebiasaan membaca Al Quran sebagai bagian kehidupan sehari-hari sesuai tema meningkatkan gemar mengaji dan membebaskan buta aksara Alquran di tengah-tengah masyarakat.

"Semoga tujuan ini dapat tercapai dan kebiasaan mulia ini dapat ditularkan kepada sesama kaum muslimin dilingkungan kita semua," kata Bupati Bungo.(adv)

Penulis: Raden Romi

Editor: Rhizki Okfiandi