Jumlahnya Ribuan, Ternyata Ini Tempat di Jambi yang Menjadi Target Tabloid Indonesia Barokah

Jumlahnya Ribuan, Ternyata Ini Tempat di Jambi yang Menjadi Target Tabloid Indonesia Barokah

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Ada ribuan tabloid Indonesia Barokah yang sampai di Kantor Pos Jambi. Tabloid itu siap dikirimkan ke alamat masing-masing. Untungnya, Kantor Pos Jambi menahan paket kiriman itu.

Bawaslu Provinsi Jambi bersama aparat dari Polda Jambi pun turun ke Kantor Pos Besar di Pasar Jambi. Mereka melakukan pengecekan. Dan ternyata benar paket itu adalah tabloid Indonesia Barokah, yang dinilai menyudutkan salah satu pasangan calon presiden.

Menurut Pimpinan Bawaslu Provinsi Jambi, Fachrul Rozi pihaknya bersama Polda Jambi sudah melakukan pengecekan. Jumlah pun sudah terlihat setelah dilakukan pengecekan.

"Setelah dicek tabloid Indoneaia Barokah yang ada di Kantor Pos Jambi berjumlah 2.321 amplop. Tabloid itu rata-rata akan dikirim ke masjid dan pesantren," kata Paul, sapaan akrab Fachrul Rozi.

Kasus ini kata dia telah ditangani oleh Bawaslu dan Gakkumdu pusat. "Ini masalah nasional, bukan hanya Jambi saja. Saat ini sedang dikaji oleh Bawaslu dan Gakkumdu pusatm," jelas Paul lagi.

Paul menyebut, tabloid ini juga ada di Kantor Pos Bungo. Bawaslu di kabupaten/kota sudah melakukan pengawasan dan melakukan pengecekan jumlahnya.

Sementara di Bungo, tabloid Indonesia Barokah juga tertahan di Kantor Pos setempat. 

Terpisah, Kepala Kantor Pos Muara Bungo, Sapta mengatakan, semua paket masuk ke Kantor Pos Bungo. Ada 4 kabupaten, diantaranya, Kabupaten Bungo, Tebo, Merangin dan Kabupaten Sarolangun.

"Bawaslu sudah mengecek langsung ke kantor kita. Sesuai dari instruksi maka tabloid ini tidak boleh disebarkan ke penerima yang sudah tertera di amplop pengiriman," ujar Sapta.

Dia juga tidak mengetahui apa sebenarnya isi didalam tabloid tersebut. Karena dari kantor Pos Pusat juga meminta agar tabloid ini ditahan terlebih dahulu, sebelum ada kejelasan selanjutnya.

"Ini paket merupakan paket tidak terbukukan. Dan memang ada setiap pengiriman paket tersebut ada yang terbukukan. Dan paket tabloid ini, tidak terbukukan, jadi kami pihak Pos akan mengirim sesuai ke alamat yang tertera di amplopnya," sebut Sapta. (red)