Kabar Penculikan Anak di Desa Purwodadi "Hoax"

Kabar Penculikan Anak di Desa Purwodadi "Hoax"
Ilustrasi

BRITO.ID, BERITA TANJAB BARAT- Kabar adanya penculikan anak di Desa Purwodadi, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Tanjab Barat, dalam dua hari ini membuat heboh Masyarakat.

Terlebih, kabar itu dengan cepat beredar luas di media sosial (Medsos) baik di Facebook, Instagram maupun pesan berantai WhatsApp yang membuat masyarakat Tanjab Barat makin khawatir.

Kapolsek Tungkal Ulu, IPTU Dasep Nurdin Ansori, SH, MH menyatakan bahwa kabar penculikan anak di Desa Purwodadi adalah kabar bohong alias Hoax.

IPTU Dasep menceritakan, anak yang dimaksud itu bernama DA (13) Bin Sutrisno yang mengenyam pendidikan di Ponpes Fathul Ulum Km 7 Desa Talang Makmur Kecamatan Tebing Tinggi.

“Kabar penculikan berawal dari si anak yang mengaku diculik dan dibawa menggunakan mobil jeep dan mengaku kabur saat pelaku behenti membeli rokok. Setelah kita introgasi, ternyata kabar itu Hoax." Tegasnya melalui telepon selulernya, Sabtu (16/11).

Dari keterangan DA, fakta atau kejadian sebenarnya berawal dari DA yang hendak pulang dan pamit sama ustadz untuk mengambil sarung, kemudian DA keluar dari Pondok Pesantren.

Kemudian DA berdiri di pinggir jalan sambil menangis dan memberhentikan seorang ibu-ibu yang sedang mengendarai sepeda motor.

Oleh ibu tersebut si anak ditanya mau kemana? kata anak tersebut mau ke rumah Ibu Pujiati di Desa Purwodadi.

Kemudian oleh ibu tersebut anak itu kemudian ditumpangi, dan sesampainya di simpang Desa Purwodadi (Gapura) Ibu tersebut bertanya kepada Bapak Salamun Kodir dan Bapak Ran dimana rumah Ibu Pujiati di Desa Purwodadi.

“Kemudian oleh Pak Salamun Kodir ditunjukan arah jalan menuju rumah Ibu Pujiati yang beralamat di Jalan Teratai. Kemudian ibu tersebut melanjutkan perjalanannya dan sesampainya dipasar Purwodadi ibu tersebut berhenti mengajak si anak untuk makan di warung Pecel Lele Lamongan yang berada dekat Kantor Sub Sektor Purwodadi." Paparnya.

Usai makan, kemudian si anak tersebut diantar dan diturunkan di jalan di kawasan simpang jalan teratai. Setelah si anak turun dan ibu yang telah mengantarkannya pergi, si anak tersebut melapor kepada Bapak Dodi kalau dia diculik oleh orang menggunakan mobil jeep.

Setelah itu, Bapak Dodi menyampaikan berita tersebut kepada keluarganya, dan tanpa sepengetahuan bapak Dodi anak tersebut di foto oleh banyak masyarakat dan disebarkan melalui medsos.

Untuk kejadian itu, sambung IPTU Dasep, sudah dilakukan Klarifikasi kepada orang tua, pengasuh Ponpes dan Polsek Tungkal Ulu yang diwakili oleh Kanit Intel IPDA Mujirin dan Kasubsektor Purwodadi AIPDA Danial Ginting, Kepala Desa Purwodadi, tokoh masyarakat serta tokoh pemuda Desa Purwodadi.

“Dan, klarifikasi tersebut telah disampaikan kepada masyarakat Desa Purwodadi,” terang IPTU Dasep.

IPTU Dasep menambahkan, terkait dengan adanya kejadian tersebut, Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak mudah percaya dengan isu, informasi ataupun berita yang kebenarannya masih diragukan.

"Masyarakat harus cerdas dalam bermedsos, selalu sampaikan informasi yang perlu diklarifikasi dan konfirmasi kepada aparat kepolisian terdekat,” tutupnya.

Penulis: Heri Anto

Editor: Rhizki Okfiandi