Kabid Propam: Sikap Anggota Kepolisian Berinteraksi dengan Praka Izroi, Seharusnya Bisa lebih Humanis

Tiga anggota kepolisian yang terlibat cekcok anggota Paspampres sudah menjalani pemeriksaan Propam Polda Metro Jaya. "Berkaitan dengan video itu kami melakukan pemeriksaan kepada anggota yang salah paham di Kalideres itu. Tiga anggota sejauh ini yang kami periksa. Resmobnya Jakarta Barat," kata Kabid Propam Polda Metro Jaya Kombes Bhirawa Braja Paksa

Kabid Propam: Sikap Anggota Kepolisian Berinteraksi dengan Praka Izroi, Seharusnya Bisa lebih Humanis
Praka Izroi saat ditegur Danramil. (Ist)

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - Tiga anggota kepolisian yang terlibat cekcok anggota Paspampres sudah menjalani pemeriksaan Propam Polda Metro Jaya.

"Berkaitan dengan video itu kami melakukan pemeriksaan kepada anggota yang salah paham di Kalideres itu. Tiga anggota sejauh ini yang kami periksa. Resmobnya Jakarta Barat," kata Kabid Propam Polda Metro Jaya Kombes Bhirawa Braja Paksa, Kamis (8/7).

Bhirawa menegaskan, yang terjadi di antara kedua belah pihak adalah kesalahpahaman. Menurut dia, sikap anggota kepolisian saat berinteraksi dengan anggota Paspampres bernama Praka Izroi itu seharusnya bisa lebih humanis.

Sementara, Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) Mayjen Agus Sudibyo menegaskan, masalah antara anggota Paspampres dengan anggota kepolisian Polres Jakarta Barat sudah selesai.

Kapolres Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo sudah datang ke Mako Paspampres menyampaikan permintaan maaf.

"Kapolres sudah datang ke Paspampres dan sudah minta maaf atas tindakan anggotanya," kata Agus Sudibyo kepada Kompas.com, Jumat (9/7/2021).

Cekcok antara anggota Paspampres dan anggota Polres Jakbar itu bermula saat seorang anggota Paspampres bernama Praka Izroi disetop petugas di posko penyekatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat.

Dalam video yang viral di media sosial, Praka Izroi sudah menjelaskan kepada petugas bahwa dia adalah anggota Paspampres yang hendak bertugas. Namun, sejumlah anggota kepolisian justru bertanya ke Praka Izroi, "Kalau kamu Paspampres memang kenapa?"

Agus mengakui pasca-kejadian itu, puluhan anggotanya sempat mendatangi Polres Jakarta Barat.

"Anggota saya yang datang ke polres ingin meyakinkan apakah oknum yang bicara di video "kalau kamu Paspampres memang kenapa?" Sudah diberi peringatan oleh atasannya, karena ini menyinggung institusi negara," kata Agus.

Agus menegaskan, anggotanya tidak salah karena memang hendak bertugas saat kejadian itu. Paspampres termasuk sektor kritikal yang dikecualikan dari penyekatan PPKM Darurat.

"Anggota Paspampres 75 persen tinggal di luar Asrama Paspampres, tersebar d wilayah Jabodetabek. Setiap hari pulang pergi berdinas dan akan melewati titik-titik penyekatan," kata dia.

Agus mengaku sudah berkoordinasi dengan komandan satuan kepolisian dan TNI di lapangan agar kejadian seperti ini tidak terulang. Ia juga menegaskan bahwa masalah ini sudah selesai.

"Sudah tidak ada masalah," ujar Agus.

Sumber: KOMPAS.com
Editor: Ari