Karier Moncer Mayjen TNI Dudung Abdurachman, Bermula Dandim 0406/Musi Rawas Kini Jadi Pangkostrad

Karier Moncer Mayjen TNI Dudung Abdurachman, Bermula Dandim 0406/Musi Rawas Kini Jadi Pangkostrad
Beredar informasi Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman menjadi Pangkostrad menggantikan Letjen TNI Eko Margiyono. (Foto/SINDOnews)

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - Pergeseran perwira tinggi kembali dilakukan di tubuh TNI. Angkatan Darat akan memiliki Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Baru. Beredar informasi Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman menjadi Pangkostrad menggantikan Letjen TNI Eko Margiyono.

Kepala Bidang Penerangan Umum (Kabidpenum) Pusat Penerangan TNI Kolonel Laut (KH) Edys Riyanto saat dikonfirmasi mengenai informasi ini mengatakan sedang menyiapkan siaran pers untuk jurnalis. Edys tidak membenarkan, tapi juga tidak membantah.

Dalam salinan Keputusan Panglima TNI No Kep/435/V/2021, Dudung akan digantikan oleh Mayjen TNI Mulyo Aji yang sebelumnya menjabat sebagai Aspers Kasad. Sementara Eko Margiyono akan menjadi Kasum TNI.

Nama Dudung Abdurrachman sendiri tidak asing bagi masyarakat umum. Namanya pernah menjadi perbincangan luas lantaran terang-terangan mengakui memerintahkan anak buahnya mencopot baliho Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab di wilayah DKI Jakarta. Sebelumnya video sejumlah orang berbaju loreng hijau mencopot baliho viral di media sosial.

Menjadi seorang tentara adalah keinginan Dudung sejak kecil yang lahir di Bandung, Jawa Barat, 16 November 1965. Profesi itu selalu memanggilnya karena dia hidup dan tinggal di barak. Ayahnya, Nasuha adalah PNS di lingkungan Bekangdam III/Siliwangi. Menjadi anggota TNI didambakan sebagai upaya meringankan beban ibunya, Nasyati dalam membiayai pendidikan delapan saudara kandungnya.

Berbagai pekerjaan pernah dilakukannya untuk membantu sang ibunda. Selain berjualan koran, dia juga menjual kue tampah di perempatan Jalan Belitung di sekitar Kodam III/Siliwangi. Menjadi loper koran dia lakukan ketika duduk di bangku SMA Negeri 9 Bandung. Pekerjaan itu dilakukan Dudung sebelum berangkat sekolah.

Di usia belia, dia sadar hidup itu juga berisi kerja keras, tekad, dan upaya yang tanggap untuk mengejar mimpi. Apa yang tampak sebagai keberhasilan saat ini, menurut dia, sebetulnya hasil jatuh bangun yang lama dan dalam, yang orang lain tak pernah melihatnya.

Mayjen TNI Dudung Abdurachman saat menjabat sebagai Dandim 0406/Mura bersama Mantan Wako Lubuklinggau Ridwan Effendi dan SN Prana Putra Sore Walikota Lubuklinggau kini. (pribadi/Ari/brito.id)

Berikut profil Dudung yang dirangkum tim Litbang MNC Portal.

PANGDAM JAYA MAYJEN DUDUNG ABDURACHMAN

Lahir : Bandung, 19 November 1965

Pendidikan :

1985 Lulus dari SMA Negeri 9 Bandung

1988 Lulus Akademi militer

Nama Orang Tua :

Ayah : Nasuha (PNS di lingkungan Bekangdam III/Siliwangi dan wafat pada 1981)

Ibu : Nasyati (pedagang)

Nama Anggota Keluarga :

Istri : Ny. Rahma Dudung Abdurachman (dikukuhkan sebagai Ibu Raksakarini Sri Sena Jaya pada 7 Agustus 2020)

Karier :

Mengawali karier bergengsinya sebagai Dandim 0406/Musi Rawas di Sumatera Selatan

Dandim 0418/Palembang.

2010 Aspers Kasdam VII/Wirabuana

2011 Komandan Resimen Induk Kodam (Danrindam) II/Sriwijaya.

2015-2016 Wagub Akmil

2016 2017 Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad).

2017-2018 Wakil Asisten Teritorial (Waaster) Kasad

2018-2020 Gubernur Akmil

27 Juli 2020 Pangdam Jaya

Pada November 2020, Nama Mayjen Dudung sempat disorot karena aksinya mencopot baliho bergambar Rizieq Shihab, yang saat itu menjadi pemimpin Front Pembela Islam (FPI).

Mayjen Dudung beralasan, aksinya tersebut sebagai tanda bahwa semua pihak harus taat terhadap hukum yang ada di Indonesia, termasuk dalam urusan pemasangan baliho. Di saat yang sama Dudung juga melontarkan wacana agar FPI dibubarkan.

Pada Mei 2021, Mayjen Dudung kembali menunjukkan ketegasannya dengan pernyataan komitmen untuk menumpas perilaku premanisme debt collector di wilayah Jabodetabek.

Hal itu disampaikan sebagau respons atas aksi para debt collector yang sudah meresahkan, diantaranya kasus perampasan mobil yang tengah dikendarai anggota TNI saat hendak mengantar orang sakit.

Sumber: Sindonews
Editor: Ari