Kedepankan Politik Santun, Mashuri: Kita Jawab Fitnah dengan Bukti Nyata

Pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Bungo H Mashuri dan Safrudin Dwi Aprianto (Hamas-Apri) menghimbau kepada tim dan simpatisan untuk selalu mengedepankan politik santun. Hal ini kembali diungkapkan saat pengukuhan Tim Pemenangan Koordinator Kecamatan, Senin (21/09). 

Kedepankan Politik Santun, Mashuri: Kita Jawab Fitnah dengan Bukti Nyata
Mashuri dan Apri orasi di depan Tim Pemenangan Kecamatan. (Ist/Brito.id)

BRITO.ID, BERITA BUNGO - Pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Bungo H Mashuri dan Safrudin Dwi Aprianto (Hamas-Apri) menghimbau kepada tim dan simpatisan untuk selalu mengedepankan politik santun. Hal ini kembali diungkapkan saat pengukuhan Tim Pemenangan Koordinator Kecamatan, Senin (21/09). 

Hamas mengatakan, dirinya banyak dikirim fitnah, cemooh dan menjelek-jelekkannya. Namun Hamas mengaku, tidak mau menjawab langsung fitnah tersebut.

"Biar saja fitnah dilakukan orang-orang, tidak perlu dijawab langsung, cukup dibuktikan dengan apa yang telah kita perbuat selama ini," kata Mashuri. 

Dia mencontohkan, selama ini, baru di era kepemimpinan pasangan Hamas-Apri Kabupaten Bungo berhasil meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI. Penghargaan itupun diraih setelah dua tahun kepemimpinannya bersama Apri. 

"Penghargaan itu pun banyak yang memfitnah, katanya bisa dibeli. Kalau bisa dibeli tentu semua kabupaten di Indonesia bisa meraih WTP," lanjutnya. 

Selain itu, dalam empat tahun belakang, di kota Muara Bungo semakin terang benderang. Banyak taman-taman yang dibangun di tengah kota. Itu artinya pembangunan terus dilakukan selama periode kepemimpinan pasangan Hamas-Apri. 

"Dulu pak Bupati Zulfikar Ahmad berhasil membangun Bandara Muara Bungo. Kita lanjutkan dengan memperpanjang landasan pacu sehingga pesawat ukuran besar bisa mendarat, yang sebelumnya hanya pesawat kecil," tegasnya. 

Ada juga masyarakat yang menyebut pembangunan seperti dua jembatan gandeng, Batang Bungo dan Batang Tebo menggunakan dana pusat atau APBN. 

"Meskipun dana APBN, itu tak lepas dari pejuangan kami dengan kawan-kawan di dewan. Tidak mungkin tiba-tiba pusat membangun tanpa perjuangan kita bersama. Merangin, Sarolangun dan daerah lainnya juga menginginkan jembatan gandeng, tapi berkat perjuangan kita bersama Bungo lah yang mendapatkan pembangunan jembatan tersebut lebih dulu," lanjutnya.

Hal yang sama juga dilakukan dalam pembangunan di dusun. Melalui Gerakan Dusun Membangun (GDM) yang dianggarkan menggunakan APBD, juga terus dilakukan untuk membangun di dusun-dusun.

"Memang saat ini ada beberapa Dusun yang tersendat dana GDM, namun itu akan tetap kita lanjutkan tanpa mengurangi sedikitpun," pungkas Hamas.(*/red)