KPK Benarkan Pemanggilan Enam Tersangka Uang Ketok Palu RAPBD Jambi 2017-2018

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan pihaknya melakukan pemanggilan kepada 6 tersangka kasus suap uang ketok palu, RAPBD Provinsi Jambi 2017-2018.

KPK Benarkan Pemanggilan Enam Tersangka Uang Ketok Palu RAPBD Jambi 2017-2018
Jubir Penindakan KPK, Ali Fikri.

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan pihaknya melakukan pemanggilan kepada 6 tersangka kasus suap uang ketok palu, RAPBD Provinsi Jambi 2017-2018. Enam tersangka itu adalah anggota DPRD Provinsi Jambi periode 2014-2019. 

"Benar penyidik KPK melakukan pemanggilan terhadap beberapa anggota DPRD Jambi periode 2014-2019 tersebut, terkait perkara dugaan korupsi pengesahan RAPBD 2017-2018," kata Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri melalui pesan WhatsApp.

Menurut Ali Fikri pemanggilan dilakukan dua tahap. Kata dia, tahap pertama atas nama tersangka CB dan kawan-kawan pada tanggal 23 Juni 2020. "Dan tanggal 30 Juni 2020 untuk tsk TH dan kawan-kawan," kata Ali Fikri.

Baca Juga: 6 Tersangka Suap Ketok Palu Jambi Dipanggil KPK, Ada Apa?

Tahap pertama yang diminta untuk hadir adalah Cornelis Buston, Chumaidi Zaidi dan Ar Syahbandar pada tanggal 23 Juni 2020. Sementara pada tanggal 30 Juni adalah Tajuddin Hasan, Parlagutan Nasution dan Cek Man.

Ali Fikri mengingatkan agar nama-nama yang dipanggil dapat memenuhi panggilan kewajiban hukum tersebut. "Tentu dengan tetap mematuhi aturan protokol pencegahan penyebaran wabah Covid 19," katanya lagi.

Baca Juga: KPK Tetapkan Unsur Piminan DPRD Provinsi Jambi CB, ARS dan CZ jadi Tersangka

Seperti diketahui, enam orang yang dipanggil adalah bagian dari 12 anggota DPRD Jambi periode 2014-2019, yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Mereka diduga menerima suap dari Zumi Zola, mantan Gubernur Jambi dan sejumlah pejabat terkait pengesahan (RAPBD) Provinsi Jambi 2017 dan 2018.

Penetapan tersangka ini merupakan hasil pengembangan kasus dugaan suap terhadap sejumlah anggota DPRD Jambi. Dalam kasus itu, KPK telah menjerat Zumi Zola dan beberapa pejabat terkait. (red)