Lagi-lagi Ahok Marah: Udah Utang US$16 Miliar, Tiap Kali Otaknya Minjem Duit, Saya Kesel Nih!

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok membuka aib manajemen Pertamina dari mulai melobi menteri hingga persoalan gaji direksi.

Lagi-lagi Ahok Marah: Udah Utang US$16 Miliar, Tiap Kali Otaknya Minjem Duit, Saya Kesel Nih!
Ahok dan Jokowi (ist)

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok membuka aib manajemen Pertamina dari mulai melobi menteri hingga persoalan gaji direksi.
 
Pernyataan tersebut Ahok ungkapkan dalam akun YouTube POIN pada Senin (14/9). Menurut Ahok, dirinya sebagai Komisaris Utama tidak mengetahui perubahan gaji direksi Pertamina. Pasalnya, direksi langsung melobi menteri untuk urusan gaji.

"Gaji direktur bisa tanpa kasih tahu saya. Saya sempat marah-marah juga. Direksi-direksi semua mainnya lobi ke menteri, karena yang menentukan itu menteri," ujarnya dikutip dari YouTube, Selasa (15/9).

Ahok mengungkap selain direksi, komisaris pun rata-rata titipan dari kementerian-kementerian terkait.

Selain itu, Ahok mempermasalahkan pula soal pencopotan jabatan, namun tidak ada perubahan gaji dari karyawan.

Dia memisalkan jabatan direktur utama anak perusahaan Pertamina dengan gaji Rp100 juta lebih dicopot.

"Masa dicopot gaji masi sama. Alasannya karena orang lama. Ya harusnya gaji mengikuti jabatan Anda kan. Tapi mereka bikin gaji pokok gede semua. Jadi bayangin gaji sekian tahun gaji pokok bisa Rp75 juta. Dicopot, gak ada kerjaan pun dibayar segitu. Gila aja nih," papar Ahok.

Ahok mengakui sistem tersebut yang akan dia ubah di Pertamina. Selain itu, dia pun akan memotong birokrasi soal pangkat. Menurutnya, nantinya sistem pangkat akan melalui jalur lelang terbuka.

Selain perkara gaji, Ahok pun sempat menyinggung soal utang perseroan.

"Udah utang US$16 miliar. Tiap kali otaknya minjem duit. Saya kesel nih," ujar Ahok.

Menurut Ahok, ada 12 cekungan yang bisa dieksplorasi dengan potensi minyak dan gas bumi.

"Ngapain di luar negeri. Jangan-jangan ada komisi beli-beli minyak," ungkapnya.

Ahok pun sempat menyinggung untuk membubarkan Kementerian BUMN dan mengganti seperti sistem di Singapura yang memiliki Temasek Holding.

"Kalau bisa Kementerian BUMN dibubarkan. Kita membangun semacam Temasek, semacam Indonesia Incorporation," pungkasnya.

Sumber: CNNIndonesia
Editor: Ari