LAM Jambi Perwakilan Jakarta Usulkan Nama Jembatan Aur Duri Diganti, Ini Nama Barunya

Jembatan Aurduri 1 yang menghubungkan Kota Jambi, Kecamatan Jambi Seberang Kota dan Kabupaten Muarojambi diusulkan bakal berganti nama. Pergantian nama tersebut bakal diusulkan oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Jambi Perwakilan Khusus DKI Jakarta dan HPMJ (Himpunan Perempuan Melayu) Jambi - Jakarta.

LAM Jambi Perwakilan Jakarta Usulkan Nama Jembatan Aur Duri Diganti, Ini Nama Barunya
Pengurus LAM Jambi Perwakilan Jakarta Saat Bersama Ketua LAM Jambi HBA (ist)

BRITO. ID, BERITA JAMBI - Jembatan Aurduri 1 yang menghubungkan Kota Jambi, Kecamatan Jambi Seberang Kota dan Kabupaten Muarojambi diusulkan bakal berganti nama. Pergantian nama tersebut bakal diusulkan oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Jambi Perwakilan Khusus DKI Jakarta dan HPMJ (Himpunan Perempuan Melayu) Jambi - Jakarta. 

Mereka akan mengajukan kepada DPRD Provinsi Jambi melalui LAM Jambi Provinsi Jambi untuk memberikan nama jembatan Aurduri dengan Nama Jembatan " H. Masjchun Sofwan, SH". 

Selain mengusulkan nama Jembatan, ada juga nama jalan di kota Jambi yang diusulkan dengan nama Jln H. Masjchun Sofwan, SH.

"Salah satu keputusan Rapat Kerja I/2021 kemarin, adalah mengusulkan nama Jembatan Aurduri menjadi Jembatan Masjcun Sofwan. Itu kita usulkan ke DPRD Provinsi untuk mengenang jasa-jasa beliau sebagai Gubernur Jambi," kata Zainal Abidin, Ketua LAM Jambi Perwakilan Khusus DKI Jakarta Senin (27/12/21).

Diterangkannya, alasan pemberian nama jembatan Aurduri menjadi nama jembatan H. Masjchun Sofwan, antara lain karena jembatan tersebut dibangun pada masa almarhum menjabat sebagai Gubernur Jambi. Dimana, jasa-jasanya terhadap Jambi sangat banyak dan tidak bisa dilukiskan dengan kata kata.

"Begitu juga dengan jembatan Aurduri II di Sijenjang, kami usulkan bernama jembatan Drs. H. Zulkifli Nurdin. Begitu juga kami usulkan ada nama jalan di kota Jambi yang dinamai jalan mantan gubernur Jambi yang sudah mendahului kita," sebutnya.

LAM Jambi Jakarta dan HPMJ Jakarta juga bakal menyelenggarakan Festival Budaya Melayu Jambi di Jakarta yang akan dilaksanakan bulan November/Desember 2022 mendatang dengan melibatkan seluruh Kabupaten/Kota di Jambi serta beberapa sanggar tari dan kesenian yang ada di Jambi. 

"Dalam Raker juga memutuskan beberapa program kerja untuk kurun waktu 1 Januari 2022 sampai 31 Desember 2022. Rencananya festival budaya melayu Jambi di Jakarta akan disajikan beberapa kesenian tradisional Jambi, Teater Abdul Muluk dari Desa Sembubuk, Tari Kaco dari Kerinci, tari Burung Kuwau, tari Tuah Tengkuluk dan lainnya," kata pria dengan panggilan akrab Pak Cik Bidin ini. 

Selain itu, LAM Jambi dan HPMJ  Perwakilan DKI Jakarta akan membawa Suku Anak Dalam (SAD) asli ke Jakarta guna menampilkan adat dan budayanya. 

"Insya Allah Festival Budaya Melayu juga akan menampilkan Malam Keagungan Sungai Batanghari dan cerita legenda Rang Kayo Hitam. Dalam waktu dekat kami akan melaporkan rencana kegiatan tersebut kepada Gubernur Jambi, Ketua LAM Jambi Provinsi Jambi serta akan silaturahmi dengan Menpar dan Ekonomi Kreatif RI / Mendikbud Ristek RI di Jakarta guna melaporkan rencana kegiatan itu," sebutnya.

LAM Jambi Jakarta juga akan mengadakan Diklat adat istiadat Melayu Jambi kepada generasi milenial yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya. Per angkatan 50 orang di anjungan Jambi TMII Jakarta. Pesertanya adalah anak anak yang lahir di Jabodetabek, tetapi nenek moyang, orang tuanya berasal dari Provinsi Jambi. 

"Adat istiadat ini kami ajarkan kepada generasi milenial di Jakarta bukan berarti mau tidak patuh dan taat kepada adat istiadat Betawi, tetapi adat istiadat Jambi ini kami berikan supaya mereka mengerti betapa agungnya adat Melayu Jambi tersebut. Dan apabila ada warga Jambi yang ingin memakai pakaian penganten dan tata cara adat penganten Jambi kami persilahkan menghubungi kami di anjungan Jambi TMII," tandasnya. 

Penulis: Raden Romi
Editor: Rhizki Okfiandi