Merasa Tertipu Ketua SMB, Shobirin Menangis di Depan Polisi

Merasa Tertipu Ketua SMB, Shobirin Menangis di Depan Polisi
Shobirin menangis di depan polisi. (Deni/Brito.id)

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Merasa dirinya tertipu oleh Ketua Kelompok Serikat Mandiri Batanghari (SMB), Shobirin warga Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Rabu (24/7/2019) mendatangi Polda Jambi guna membuat laporan. Dihadapan polisi Shobirin menangis akan nasibnya kedepan.

Shobirin menjelaskan bahwa selain dirinya, masih ada ribuan lagi masyarakat yang merasa tertipu oleh Muslim. Namun untuk kelompoknya sendiri berjumlah 34 orang.

"Dari 34 orang ini telah menyetorkan uang dengan nilai bervariasi, mulai dari Rp3 juta hingga Rp15 juta untuk mendapatkan lahan 3,5 hektar yang dijanjikan Muslim," ujarnya.

Lanjutnya, perlakuan yang diberikan Muslim untuk masyarakat yang ingin memiliki tanah di lokasi itu tidak sama. Menurut dia, seperti Suku Anak Dalam (SAD) dan orang-orang jompo mendapatkan secara cuma-cuma.

Shobirin mengaku, dirinya sendiri telah menyetorkan uang senilai Rp 10 juta kepada Muslim untuk dengan janji akan diberikan lahan seluas 3,5 hektar. Namun, pada kenyataannya hanya mendapatkan lahan 1,5 hektar.

"Saya telah bercocok tanam diatas lahan 1,5 hektar itu sejak bulan September 2018 lalu," katanya.

Namun, dirinya tidak pernah mengetahui bahwan lahan yang di gunakannya untuk bercocok tanam bersama keluarganya itu merupakan lahan yang didapat secara ilegal oleh Ketua SMB.

"Uang, KK dan KTP saya setorkan secara langsung kepada Muslim tanpa ada kwitansi," katanya.

Ditambahkan Shobirin, dia juga dipaksa untuk melakukan penebangan pohon akasia itu.

"Satupun tidak ada yang boleh berdiri pohon akasia tersebut, apabila masih ada yang tegak Muslim memarahi kami-kami yang disana," keluhnya.

"Selama di sana wajib mengikuti gotong royong dan jaga malam. Apabila tidak gotong royong dijemput oleh anak buah Muslim dan apabila tidak jaga malam dimarahi juga," ucapnya.

Untuk anak-anak yang orang tuanya telah masuk di dalam kelompok SMB ini rata-rata tidak mengenyam bangku pendidikan. Karena, Muslim berjanji kedepan akan membangun sekolaha di dalam kawasan itu.

Dirinya berharap kepada pemerintah dan aparat penegak hukum dapat memberikan hukuman sesuai kesalahan yang diperbuat Muslim.

"Saya hanya minta izin untuk mengambil alat-alat masak  yang di sana. Karena saya sudah tidak memiliki apa-apa lagi untuk memberikan makan anak dan istri," tuturnya sambil menteskan air mata. (RED)

Reporter : Deni