Nahas! Kecepek Meletus Tembus ke Kepala Bagian Belakang Candra Warga Bungo-Jambi

Nahas dialami Sandi Candra (27) warga Talang Silungko, Kecamatan Bathin II Pelayang, Kabupaten Bungo Provinsi Jambi. Dirinya tewas diduga tertembak senjata api jenis Kecepek milik sendiri. Peristiwa ini baru diketahui setelah warga melihat dirinya tergeletak di kebun milik H Rifai Dusun Talang Silungko, Selasa siang (9/11).

Nahas! Kecepek Meletus Tembus ke Kepala Bagian Belakang Candra Warga Bungo-Jambi
TKP ditemukannya Candra yang bersimbah dara akibat kecepek meletus ke kepala sendiri. (Ari/brito.id)

BRITO.ID, BERITA BUNGO - Nahas dialami Sandi Candra (27) warga Talang Silungko, Kecamatan Bathin II Pelayang, Kabupaten Bungo Provinsi Jambi. Dirinya tewas diduga tertembak senjata api jenis Kecepek milik sendiri. Peristiwa ini baru diketahui setelah warga melihat dirinya tergeletak di kebun milik H Rifai Dusun Talang Silungko, Selasa siang (9/11).

Informasi yang dihimpun saat itu Bujang Awe (41) sedang melihat perangkap atau jerat babi di kebun milik warga, kemudian sebelum sampai ditempat perangkap di kebun milik H Rifai, dirinya melihat ada laki-laki yang dikenal dengan nama Candra bersimbah darah tak jauh dari motornya 

Kemudian melihat korban bersimbah darah itu, dirinya langsung kembali ke desa untuk memanggil warga dan menghubungi pihak kepolisian Polsek Bathin II Pelayang. Bahkan menghubungi pihak puskesmas kecamatan pelayang untuk datang.

Kemudian setelah itu saksi bersama warga lainnya dan pihak kepolisian beserta pihak puskesmas datang ketempat kejadian dan bersama sama mengevakuasi korban.

"Keterangan istri korban bahwa Candra pergi ke kebun pada jam 07.30 WIB melihat perangkap untuk menjerat babi yang korban pasang sendiri. Membenarkan bahwa kecepek yang ditemukan di TKP adalah milik korban dan sering di bawa bila pergi berburu atau ke kebun," ungkap Kapolres Bungo AKBP Guntur Saputro melalui Paur Humas Iptu M Nur, Selasa (9/11).

M Nur menjelaskan keterangan dari pihak keluarga korban tidak ada permasalahan. Dan saat di TKP (tempat kejadian perkara) tidak ada barang milik korban yang hilang.

"Keterangannya dari saksi Awe bahwa dirinya yang kali pertama menemukan korban sekira pukul 08.30 WIB tak jauh 4 meter dari sebelah kanan motor korban. Dan senjata kecepek berada 2 meter dari motor selurus dengan ditemukannya korban," paparnya.

Kemudian korban ditemukan dalam posisi tidur miring ke kanan dan banyak darah di dekat korban untuk motor dalam posisi terjatuh sebelah kanan dan ditemukan banyak darah lalu saksi memanggil Awal dan memanggil warga. 

"Keterangan dari saksi Awal, bersama Awe mendatangi TKP dan menemukan korban sudah tidak bernyawa dengan kondisi berdarah. Untuk motor dalam posisi terjatuh korban berada tidak jauh dari motornya berikut dengan senjata kecepeknya," katanya. 
 
Dijelaskan M Nur, hasil dari rekontruksi dan berdasarkan keterangan saksi - saksi bahwa korban pergi ke kebun dengan mengendarai sepeda motor dengan membawa kecepek yg disandang di sebelah kiri. Diduga kecepek tersebut tersentuh ranting atau kayu di sekitar jalan yang dilalui oleh korban yang akan menuju ke lokasi perangkap untuk menjerat babi. Sehingga kecepek tersebut meletus dan mengenai bagian leher dari bawah tembus ke bagian belakang kepala korban.

Adegan rekonstruksi yang dilakukan Polres Bungo Jambi, Selasa (9/11). (Brito.id)

"Mengingat bahwa senjata jenis kecepek sangat mudah meletus apabila tersentuh karena tidak dilengkapi alat pengaman sesuai standarnya. Hasil pemeriksaan Dokter puskesmas terhadap korban ditemukan luka dibagian bawah telinga kiri tembus ke bagian belakang kepala. Pihak keluarga membawa jenazah ke kampungnya di rumah orang tua di desa peninjau kec pelayang korban untuk langsung dikebumikan dan menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah almarhum," terangnya.

Kapolres Bungo AKBP. Guntur Saputro langsung ke rumah korban dan bersama masyarakat mensholatkan jenazah korban di Masjid Raudhah Dusun Talang Silungko, Kecamatan Bathin II Pelayang, Kabupaten Bungo. (Red)