Operasi Pekat, Polisi Amankan Puluhan Botol Miras dan Minol

Polisi berhasil mengamankan puluhan botol minuman keras (Miras) dan minuman beralkohol (Minol) berbagai merek dari sebuah warung di Desa Kasangpudak Kecamatan Kumpeh Ulu Muarojambi. Puluhan botol Miras dan Minol tersebut diamankan dalam operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Siginjai II.

Operasi Pekat, Polisi Amankan Puluhan Botol Miras dan Minol
Puluhan Botol Miras yang Berhasil Diamankan di Salah Satu Warung (ist)

BRITO. ID, BERITA MUAROJAMBI - Polisi berhasil mengamankan puluhan botol minuman keras (Miras) dan minuman beralkohol (Minol) berbagai merek dari sebuah warung di Desa Kasangpudak Kecamatan Kumpeh Ulu Muarojambi. Puluhan botol Miras dan Minol tersebut diamankan dalam operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Siginjai II. 

"Iya(ada puluhan miras dan Minol diamankan), tadi sore sekitar pukul 17.00 WIB. Diamankan dari sebuah warung di Kasangpudak dalam rangka operasi Pekat II Siginjai," kata Kapolres Muarojambi AKBP Yuyan Priatmaja melalui Kasi Humas AKP Amradi Kamis (18/11/21). 

Operasi Pekat hari ini dilaksanakan di Kumpeh Ulu dipimpin oleh Kanitreskrim Polsek Kumpeh Ulu Ipda Sirait. Puluhan Miras dan Minol tersebut diamankan dari warung milik inisial EET (46) di RT 19 Kasangpudak. 

Selain menyasar Miras dan Minol, operasi Pekat juga menyasar tindak kriminal lainnya mulai dari asusila, pungli dan tindak pidana lainnya dengan tujuan menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif.

"Operasi Pekat II Siginjai, tahun ini digelar mulai hari ini, tanggal 18 November hingga 07 Desember 2021 mendatang," kata Amradi. 

Dari warung EET tersebut, polisi mengamankan berbagai macam jenis miras tanpa ijin. Bir merk Bintang 9 botol, bir hitam besar 4 botol, bir hitam kecil 10 botol, bir hitam kaleng 6 botol, anggur merah 15 botol, Asoka Whisky 11 botol, New Port Vodka 2 botol dan Tuak 1 galon. 

"Barang temuan Miras ini kita sita dan untuk pelaku diminta untuk tidak melakukan perbuatannya lagi dan menandatangani surat perjanjian," kata Amradi. 

Penulis: Raden Romi
Editor: Rhizki Okfiandi