Pedagang di Magelang Panggil Jokowi 'Pak Kiai'

Pedagang di Magelang Panggil Jokowi 'Pak Kiai'

BRITO.ID, BERITA MAGELANG - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kepada masyarakat untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan. Ia berpesan bahwa perbedaan politik tidak boleh menjadi penyebab perpecahan. Relawan di Jatim Diingatkan Tak Catut Nama Jokowi Hanya Demi Tarik MassaResmikan Pasar Badung, Jokowi Minta Jangan Sampai Bau dan Kotor

"Kita bangsa besar, yang beragam suku, bahasa, agama, ras. Jadi keberadaan Pilpres tidak boleh terpecah belah," kata Joko Widodo didampingi sejumlah menteri kabinet kerja dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat mengunjungi Pondok Pesantren Darussalam Timur, Magelang, Sabtu (24/3).

Dalam dialog, seorang pedagang Sugiyati mengkhawatirkan dua anaknya yang tidak bisa meneruskan perguruan tinggi. Ia berharap dengan adanya Kartu Indonesia Pintar (KIP) bisa digunakan meneruskan pendidikan. "Anak saya dua kembar kelas 2 SMA. Saya pengennya dua anak kuliah, tapi tidak punya biaya. Saya mohon dibantu katanya, ada Kartu Indonesia Pintar untuk mahasiswa," kata Sugiyati dilansir merdeka.com

Menanggapi pertanyaan tersebut, Jokowi kemudian menanyakan dari hasil berdagangnya mendapatkan keuntungan berapa? Saat menjawab pertanyaan itu, Sugiyati membuat semua pengunjung tertawa.

"Antara Rp 100 ribu sampai Rp 500 ribu Pak Kiai," jawab Sugiyati. Mendengar panggilan Pak Kiai yang dilontarkan kepada Jokowi itu, membuat orang nomor satu di Indonesia tersebut terpingkal. "Baru kali ini saya dipanggil Pak Kiai," kata Jokowi disambut tawa masyarakat. Ada pula diantara mereka yang mengamini doa itu. "Amiin Pak, memang bapak presiden itu kiai," jerit beberapa warga. (Red)