Polri Gelar Perkara Dugaan Penipuan Legislator Riau Pengolahan TBS Miliaran Rupiah

Polri Gelar Perkara Dugaan Penipuan Legislator Riau Pengolahan TBS Miliaran Rupiah

BRITO.ID, BERITA PEKANBARU - Badan Reserse Kriminal Mabes Polri melakukan gelar perkara dalam perkara dugaan penipuan pengolahan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit ribuan hektare, yang melibatkan oknum legislator di Provinsi Riau.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Kombes Pol Hadi Purwanto di Pekanbaru, Rabu, membenarkan adanya gelar perkara tersebut. Dia menuturkan penyidiknya turut hadir dalam gelar perkara terbuka yang digelar di Jakarta dengan melibatkan pihak pelapor dan terlapor.

"Gelar perkara sejak semalam (Selasa, 26/2 kemarin). Hari ini masih berlanjut," kata Hadi.

Dia mengaku masih belum mendapat informasi terakhir terkait gelar perkara itu dan menyatakan masih akan berkoordinasi dengan penyidik untuk tindakan selanjutnya.

"Untuk sementara ini, saya masih belum mendapat informasi tentang itu. Nanti saya coba konfirmasi dulu informasinya," ujarnya.

Dugaan penipuan tersebut menyeret oknum legislator di DPRD Rokan Hulu berinisial SA alias Antoni. Antoni yang juga salah satu pengurus aktif salah satu partai itu dilaporkan Koperasi Sejahtera Bersama (KSB) atas dugaan penipuan dengan nilai miliaran rupiah.

Sejatinya, perkara itu telah dilaporkan ke Ditreskrimum Polda Riau sejak 2016 silam, namun tidak ada perkembangan berarti, hingga akhirnya gelar perkara bersama Tim Wasidik Bareskrim Polri serta Tim Supervisi Div Propam Mabes Polri.

Kuasa hukum KSB, Abu Bakar Sidik SH MH merincikan gelar perkara terbuka tersebut dihadiri oleh semua pihak yang berkaitan dengan kasus. Diantaranya perwakilan penyidik Subdit I Ditreskrimum Polda Riau dan pihak terlapor.

"Semua pihak yang terkait perkara, termasuk kami sebagai pelapor, serta perwakilan penyidik Ditreskrimum Polda Riau, dan dari pihak terlapor juga hadir dalam gelar perkara. Namun, terlapor diwakili kuasa hukumnya. Saudara Sari Antoni sendiri, terlapornya tidak hadir," kata Abu Bakar.

Perkara dugaan penipuan yang diduga dilakukan Antoni terjadi pada 2009 lalu. Bermula dari kerjasama masyarakat melalui KSB dengan Antoni sebagai pimpinan Koperasi Karya Perdana (KKP) dalam mengelola buah sawit seluas lebih 1.000 hektare.

Namun, sepanjang kerjasama kurun 2009 hingga 2016, Antoni terhitung hanya beberapa kali menyetor hasil sawit. Sehingga pihak KSB mengklaim mengalami kerugian miliaran rupiah.

Seiring berjalannya waktu, Antoni kembali melakukan kerjasama dengan pihak lainnya, yakni PT Torganda. Namun, aksi yang sama kembali dilakukan Antoni, sehingga KSB melapor ke Polda Riau pada 2016.

Perkara ini sejatinya pernah naik ke tahap penyidikan, namun belum ada tersangka. Dalam perjalanannya, Polda Riau justru menghentikan penyidikan dengan menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).

Masyarakat melalui KSB melakukan perlawan dengan menempuh praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru. Hasilnya, hakim memutuskan bahwa SP3 dicabut, dan Polda diminta untuk melanjutkan penyidikan tersebut.(red)