PT Sinar Penyelamat Umat & PT Mukhlas Zahira Bangun Persada Salurkan CSR: Buktikan Kepedulian Lebih Berharga dari Keuntungan

PT Sinar Penyelamat Umat & PT Mukhlas Zahira Bangun Persada Salurkan CSR: Buktikan Kepedulian Lebih Berharga dari Keuntungan
PT Sinar Penyelamat Umat dan PT Mukhlas Zahira Bangun Persada Salurkan CSR. (Dokpri)

BRITO.ID, BERITA BUNGO — Tidak banyak perusahaan yang memaknai keberhasilan sebagai kesempatan untuk berbagi. Namun, bagi PT Sinar Penyelamat Umat dan PT Mukhlas Zahira Bangun Persada, setiap keuntungan adalah amanah yang harus kembali pada masyarakat.  

Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), dua perusahaan ini kembali menyalurkan bantuan bagi 50 penerima manfaat — terdiri dari anak yatim, orang tua lanjut usia, dan masyarakat kurang mampu di sekitar wilayah operasional perusahaan.  

Direktur PT Sinar Penyelamat Umat, H. Muhammad Rajiv, menyampaikan bahwa kegiatan sosial ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari semangat kemanusiaan yang sudah menjadi budaya perusahaan.  

“Setiap bulan kami menyalurkan bantuan bagi anak yatim-piatu dan masyarakat miskin di sekitar kami. Ini adalah bentuk tanggung jawab moral dan sosial. Kami ingin kehadiran perusahaan membawa manfaat bagi banyak orang,” ujar Rajiv dengan penuh haru.  

Menurutnya, perusahaan yang besar bukan hanya yang memiliki aset dan gedung tinggi, tetapi yang punya kepedulian dan empati terhadap sesama. Ia menegaskan, semangat “penyelamat umat” bukan sekadar nama, melainkan prinsip hidup yang dijalankan.  

“Bisnis akan terasa lebih bermakna kalau bisa meringankan beban orang lain,” tambahnya.  

Para penerima bantuan pun tampak bersyukur. Mereka menyebut bantuan tersebut sangat berarti, terutama bagi masyarakat kecil yang masih berjuang memenuhi kebutuhan harian di tengah tekanan ekonomi.  

“Terima kasih kepada PT Sinar Penyelamat Umat dan PT Mukhlas Zahira Bangun Persada. Bantuan ini sangat membantu kami,” tutur salah satu warga penerima, dengan mata berkaca-kaca.  

Selain menyalurkan bantuan dalam bentuk paket sembako, kedua perusahaan tersebut juga berkomitmen mendukung kegiatan sosial dan keagamaan di lingkungan sekitar. Harapannya, langkah kecil ini bisa menular dan menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lain untuk ikut peduli.  

“Bagi kami, berbagi bukan beban. Justru inilah sumber keberkahan,” tutup Rajiv.  

Program ini menjadi bukti bahwa di balik nama besar sebuah perusahaan, ada hati yang bekerja untuk kebaikan. CSR bukan sekadar kewajiban, melainkan perwujudan cinta — cinta yang menyelamatkan, sebagaimana nama yang mereka sandang: Sinar Penyelamat Umat.

(Ari Widodo)