Rapat Covid-19 Soal Pendidikan, Ini Peraturan yang Harus Diikuti Sekolah

Wakil Bupati (Wabup) Bungo H Safrudin Dwi Apriyanto, Senin (13/7) memimpin rapat penanganan Covid-19 khusus di bidang Pendidikan. Memasuki zona hijau, dimana proses belajar dan mengajar di sekolah akan kembali diaktifkan dengan beberapa ketentuan.

Rapat Covid-19 Soal Pendidikan, Ini Peraturan yang Harus Diikuti Sekolah

BRITO.ID, BERITA BUNGO – Wakil Bupati (Wabup) Bungo H Safrudin Dwi Apriyanto, Senin (13/7) memimpin rapat penanganan Covid-19 khusus di bidang Pendidikan. Memasuki zona hijau, dimana proses belajar dan mengajar di sekolah akan kembali diaktifkan dengan beberapa ketentuan.

Rapat dihadiri Ketua DPRD Bungo, Kajari Bungo dan OPD terkait termasuk Kepala Kantor Kemenag Bungo.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bungo, Masril menyampaikan bahwa mengaktifkan kembali sekolah berdasarkan Keputusan Bersama 4 Menteri Nomor 01/KB/2020, Nomor 516 Tahun 2020, Nomor Hk.03.01/ Menkes/ 363/ 2020, Nomor 440-842 Tahun 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/ 2021 di masa pendemi Covid19, yaitu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes) dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Disebutkan bagi daerah zona hijau bisa menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar yaitu SMA, SMK, MA, SMP, MTs dengan ketentuan, harus ada surat persetujuan dari orang tua wali murid untuk anaknya agar bisa ikut belajar tatap muka. Harus ada surat keputusan dari komite sekolah untuk belajar tatap muka, menyiapkan cuci tangan, hand sanitizer, pakai masker, jarak antara siswa dengan siswa 1,5 meter.

“Apabila sudah terpenuhi semua dapat diselenggarakan,”

Selain itu waktu belajar satu jam pelajaran hanya 25 menit. “masuk jam 07.30 WIB pulang jam 11.00 WIB dan dilanjutkan dengan rombel belajar berikutnya, tidak ada keluar main ( istirahat),” terangnya.

Siswa harus membawa bekal makanan dan minuman sendiri dan kantin sekolah tidak dibenarkan dibuka.

Orang tua harus menjemput anaknya disekolah tepat waktu untuk menghindari penumpukan anak berikutnya.

Masril menyebutkan aktifitas belajar mengajar di tingkat SD akan diaktifkan dua bulan setelah SMA dan SMP sederajat dimulai.

"Setelah itu SD, dua bulan berikutnya baru TK, PAUD,” katanya.

Sementara untuk tingkat SMA dan SMP sederajat dimulai pada hari Senin tanggal 20 Juli 2020. “dan minggu ini masa orientasi, pengenalan sekolah serta ditetapkan dengan Surat Keputusan Bupati, apabila dalam waktu tersebut ada penambahan gejala atau yang terkonfirmasi positif maka dengan sendirinya kegiatan tatap muka dihentikan sambil menunggu keputusan lebih lanjut,” tukasnya. (Red)