Ratusan Warga Sekampil Bungo Blokir Jalan Simpang PT CSH, Ini Tuntutannya

Ratusan masyarakat Desa Sekampil, Sungai Beringin Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo berunjuk rasa sekaligus memblokir jalan masyarakat desa di simpang PT.CSH untuk aktivitas mobil angkutan buah sawit dan angkutan mobil CPO, masyarakat juga menuntut beberapa hak masyarakat yang telah di ambil oleh pihak perusahaan pada Rabu, 13 Juli 2022. 

Ratusan Warga Sekampil Bungo Blokir Jalan Simpang PT CSH, Ini Tuntutannya
Aksi warga blokir jalan di sekampil. (Ist)

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Ratusan masyarakat Desa Sekampil, Sungai Beringin Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo berunjuk rasa sekaligus memblokir jalan masyarakat di simpang PT.CSH untuk aktivitas mobil angkutan buah sawit dan angkutan mobil CPO, masyarakat juga menuntut beberapa hak masyarakat yang telah di ambil oleh pihak perusahaan pada Rabu, 13 Juli 2022. 

Sebelum ini sudah ada 2 kali aksi masyarakat yang terikat dengan perjanjian 14 poin perjanjian dengan beberapa perusahaan di tangani oleh beberapa pimpinan PT.CSH dengan jangka waktu 3 bulan sejak Maret 2022. Tetapi saat ini juga masuk ke dalam 14 point yang telah disepakati dan di tanda tangani oleh pimpinan PT.CSH. 

Aliansi Masyarakat Sekampil Sungai Beringin (AMSS) kembali turun aksi pada Rabu, 13 Juli 2022 dengan menuntut pihak perusahaan dengan permasalahan jalur khusus aktivitas perusahaan karena pihak pemerintah daerah kabupaten belum mau mengaspal atau memperbaiki jalan dari Desa Rantau Keloyang sampai Desa Sekampil karena masih di lalui oleh aktivitas perusahaan. 

Selanjutnya, permasalahan yang juga menjadi tuntutan AMSS adalah meminta perusahaan untuk melakukan pemukiman perkebunan warga yang dikenakan HGU, serta mengembangkan PT.CSH menanam kebun sawit dilahan hutan produksi (HP) sesuai peraturan Menteri LKHP 23/2021 dan UU No.41 tahun 1999. Bahwa telah melanggar peraturan dan UU di tersebut. Dan juga mengindikasi tentang perampasan lahan warga secara sepihak dan belum ada penyelesaiannya dari pihak perusahaan. Serta tidak ada kontribusi perusahaan terhadap masyarakat setempat.

Selanjutnya juga, AMSS menduga tambang batuan secara ilegal yang beroperasi di batang sungai Senamat Desa Sekampil dan desa Sungai Beringin maka dari itu AMSS meminta PT.CSH untuk membuktikan izin tambang tersebut sesuai dengan UU No.4 Tahun 2009 tentang tambang batuan dan UU No. 3 Tahun 2020 tentang minerba serta IUP Operasi Produksi, WIUP dan SIPB

Dan yang terakhir AMSS meminta pimpinan pusat perusahaan untuk menyerahkan pimpinan yang ada di PT.CSH karena telah lebih dari 3 bulan kesepakatan di atas materai tetapi belum juga ada itikad baik untuk merealisasikannya, dan AMSS meminta mencopot saudara Robert Sihotang sebagai HUMAS PT .CSH karena masyarakat merasa, Robert telah membuat gaduh dengan janji yang telah ditawarkan kepada masyarakat dan tidak ada bentuk realisasinya.

M.Riduan SH sebagai koordinator dan Hasbi Ashshidiqi perwakilanan mahasiswa di lapangan mengatakan massa aksi ini akan terus berlanjut sampai menemukan itikad baik dari pihak perusahaan dan segera merealisasikan titik yang telah di tangani di atas materai pada bulan April 2022.

"Dan aksi ini akan terus berlanjut dengan menutup sekaligus menghalangi jalan masyarakat yang dilalui oleh aktivitas perusahaan yaitu mobil truk buah sawit dan mobil truk CPO sampai pimpinan pusat langsung yang datang untuk menemui masyarakat desa karena masyarakat tidak percaya dengan pimpinan PT.CSH. Masyarakat telah memastikan untuk tetap diam di simpang PT.CSH sampai saat pimpinan pusat mengindahkan yang telah disampaikan masyarakat sampai beberapa hari kedepan bahkan beberapa minggu kedepan," katanya.

Hingga detik ini pukul 20.30 wib masih berlanjut. (Red)