Sedih! Ramadhan Kali Ini, Pemkot Padang Tak Gelar Pasar Pabukoan: Cegah COVID-19

Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat, meniadakan pasar murah selama Ramadhan 1441 Hijriah untuk menekan penyebaran COVID-19.

Sedih! Ramadhan Kali Ini, Pemkot Padang Tak Gelar Pasar Pabukoan: Cegah COVID-19
Pasar Pabukoan di Kota Padang dua tahun silam. (Istimewa)

BRITO.ID, BERITA PADANG - Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat, meniadakan pasar murah selama Ramadhan 1441 Hijriah untuk menekan penyebaran COVID-19.

"Pada Ramadhan kali ini pasar murah dan pasar pabukoan tidak akan diadakan. Hal ini bertujuan untuk menghindari kerumunan dan menekan penularan wabah COVID-19 yang semakin meningkat di Padang," kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Endrizal di Padang, Kamis (23/4).

Lebih lanjut ia mengatakan biasanya pasar murah selalu diadakan pada saat Ramadhan di beberapa tempat seperti di sejumlah kecamatan di Kota Padang, halaman Masjid Nurul Iman, dan beberapa tempat lainnya.

"Pasar murah yang digelar selama Ramadhan biasanya dilaksanakan oleh Pemkot Padang yang bekerja sama dengan distributor dan Baznas," kata dia.

Kemudian, ia juga mengatakan pasar murah digelar dengan tujuan untuk mengantisipasi lonjakan harga menjelang masuknya Idul Fitri.

Menurutnya, kegiatan tersebut dimaksudkan untuk membantu masyarakat dalam mendapatkan sembako dengan harga terjangkau dan juga untuk menstabilkan harga di pasar.

"Biasanya menjelang Lebaran sejumlah sembako mengalami lonjakan harga," kata dia.

Ia menyebutkan di pasar murah itu terdapat beberapa kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, telur, tepung, bawang, cabai, dan beberapa kebutuhan pokok lainnya yang dijual murah dari harga di pasaran.

Pasar murah juga hanya diperuntukkan bagi masyarakat berekonomi menengah ke bawah.

"Sistem pembayaran di pasar murah berupa sistem kupon yang dibagikan ke masyarakat. Nantinya masyarakat tersebut menukarkan kupon yang mereka dapatkan ke pasar murah," kata dia.

Ia menjelaskan bentuk sembako berupa sistem paket, misalnya total paket seharga Rp150 ribu, menjadi lebih murah seharga Rp125 ribu yang diperoleh masyarakat. Biasanya isi paket tersebut sudah lengkap berupa beras, minyak goreng, gula, tepung, dan telur.

Akan tetapi, ia mengatakan pada Ramadhan kali ini pelaksanaan pasar murah ditiadakan, karena mengantisipasi terjadinya kerumunan dan dana tersebut juga telah dialihkan untuk penanganan COVID-19 di Padang, Sumatera Barat. 

Sumber: Antara
Editor: Ari