Sepak Terjang dan Karir Moncer Letjen Dudung Hingga Dipilih Menjadi Kasad

Presiden Joko Widodo segera melantik Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) menggantikan Jenderal Andika Perkasa yang diangkat menjadi Panglima TNI. Rencananya, Istana akan menggelar acara pelantikan pada siang hari ini (17/11), mulai dari pelantikan Panglima TNI, Kasad, hingga duta besar.

Sepak Terjang dan Karir Moncer Letjen Dudung Hingga Dipilih Menjadi Kasad
Letjen Dudung Abdurrahman yang saat itu menjabat Dandim Musi Rawas dalam acara KNPI Kota Lubuklinggau. (Dok Pri)

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - Presiden Joko Widodo segera melantik Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) menggantikan Jenderal Andika Perkasa yang diangkat menjadi Panglima TNI.

Rencananya, Istana akan menggelar acara pelantikan pada siang hari ini (17/11), mulai dari pelantikan Panglima TNI, Kasad, hingga duta besar.

"Iya betul, Pak Dudung akan dilantik jadi Kasad," kata Kepala Sekretariat Kepresidenan Heru Budi Hartono kepada merdeka.com.

Dudung baru saja dimutasi menjadi Pangkostrad pada Mei 2021 lalu. Ia baru saja mendapatkan bintang tiga atau pangkat Letjen.

Karir Dudung melesat sejak menjadi Pangdam Jaya. Namanya mulai dikenal publik saat perseteruan dengan Front Pembela Islam (FPI).

Berikut jumlah sepak terjang Dudung sebelum dipilih sebagai kepala staf angkatan darat:

Perintah Turunkan Baliho FPI

Sekitar bulan November 2020, Dudung yang sebagai Pangdam Jaya memerintahkan anak-anaknya mencopot baliho pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di Jakarta .

Baliho yang awalnya untuk menyambut kedatangan pentolan FPI menjamu di sejumlah titik di Ibu Kota. Baliho yang tak berizin itu sempat diturunkan oleh Satpol PP. Namun, malah dinaikan lagi oleh simpatisan Rizieq.

Hal itu membuat TNI turun tangan dan membantu menurunkan baliho Rizieq di ibu kota. "Karena beberapa kali Satpol PP menurunkan, lagi. Perintah saya itu. Begini. Kalau siapa pun di republik ini, ini negara hukum, harus taat kepada hukum, kalau masang baliho sudah jelas ada aturannya, ada bayar pajak, dan tempat yang ditentukan, jangan lihat pajaknya sendiri, seolah akan dia paling benar," kata Dudung yang ketika itu mengangkat Mayjen.

Dudung Ancam Bubarkan FPI

Aksi Dudung berseteru dengan Rizeq tidak hanya berhenti menurun baliho. Menyusul aksi penurunan itu, Dudung menyatakan mengancam akan mengumumkan FPI jika mengganggu keamanan negara.

Dudung mengaku tidak bertindak jika FPI tidak mematuhi aturan dan semaunya sendiri. "Jangan lihat sendiri, seolah akan dia paling benar. Tidak ada itu. Jangan coba-coba pokoknya. Kalau perlu FPI bubarkan saja itu. Bubarkan saja," tegasnya.

Belakangan, Dudung meralat pernyataannya. Kata dia, TNI tidak punya kewenangan untuk membubarkan FPI.

"Pangdam TNI tidak bisa membubarkan. Itu harus pemerintah kan. Saya katakan 'kalau perlu', kan begitu. Bukan kita, tidak ada kewenangan TNI," ujarnya.

Pernyataan Semua Agama Benar

Saat sebagai Pangkostrad, Dudung membuat pernyataan yang menuai pro kontra. Dudung berpesan kepada prajurit angkatan darat untuk menghindari fanatisme dalam beragama. Ia bilang, semua agama adalah benar di mata tuhan.

"Bijaklah dalam bermain media sosial sesuai dengan aturan yang berlaku bagi prajurit. ciptakan fanatik yang berlebihan terhadap suatu agama. Karena semua agama itu benar-benar di mata tuhan," ujar Dudung saat melakukan kunjungan kerja ke Batalyon Zipur 9 Kostrad, Ujungberung, Bandung, Jawa Barat , Senin (13/09).

Pernyataan itu pun mendapatkan respons beragam. Salah satunya Ketua MUI Cholil Nafis. Dia menegaskan, toleransi tidak berarti menyamakan semua agama.

Bangun Patung Bung Karno

Ketika sebagai Gubernur Akmil, Dudung turut berperan dalam pendirian patung Proklamator RI Soekarno di Akademi Magelang. Putri proklamator yang juga Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri hingga cucu Bung Karno dan politikus PDIP Puan Maharani turut hadir dalam peresmian itu. Jenderal Andika yang ketika itu sebagai Kasad hadir meresmikan patung Bung Karno tersebut.

Untuk kita ketahui bersama dengan keberadaan patung Ir Soekarno, Presiden kesatu di dalam kesatrian akademi militer ini, sebagai simbol, untuk menghormati dan mengabadikan perjalanan bersejarah sang proklamator sekaligus tokoh founding father bangsa Indonesia," kata Dudung ketika meresmikan patung Bung Karno.

Karir Dudung

Pria kelahiran Bandung, 19 November 1965 itu memulai karir militer sejak lulus SMA. Ia memutuskan untuk mendaftar Akabri Darat yang perlu pendidikan hingga tahun 1988. Pendidikan tersebut menerima pangkat Letnan Dua.

Karirnya teror moncer hingga Dudung pernah tercatat sebagai Dandim 0406/Musi Rawas. Dandim 0418/Palembang, Aspers Kasdam VII/Wirabuana (2010—2011). Danrindam II/Sriwijaya (2011). Dandenma Mabes TNI, Wagub Akmil (2015—2016), Staf Khusus Kasad (2016—2017), Waaster Kasad (2017—2018), Gubernur Akmil (2018—2020) hingga Pangdam Jaya sejak Juli 2020. Pada Mei 2021, Dudung diangkat sebagai Pangkostrad. Hingga hari ini akan dilantik sebagai Kasad.

Sumber: merdeka.com
Editor: Ari