Sepanjang 2018 Ada 71 Warga Batanghari Digigit Hewan Rabies

Sepanjang 2018 Ada 71 Warga Batanghari Digigit Hewan Rabies

BRITO.ID, BERITA BATANGHARI - Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi selalu memiliki persiapan vaksin anti rabies (VAR) di unit layanan kesehatan, untuk mengantisipasi kasus gigitan hewan tersangka rabies yang dialami warga di daerah itu.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari, Elfie Yennie di Muarabulian, Rabu mengatakan, berdasarkan catatan kejadian kasus itu dalam rentang waktu sembilan bulan terakhir yakni Januari hingga September 2018, sebanyak 71 orang warga daerah itu tergigit hewan rabies.

"Kasus gigitan hewan diduga rabies itu cukup tinggi. Biasanya terkena gigitan anjing, kera dan kucing," kata dr Elfie Yennie.

Sebanyak 71 orang yang digigit oleh hewan diduga rabies tersebut telah diberikan vaksin anti rabies (VAR) oleh Dinas Kesehatan daerah itu. Pemberian vaksin VAR tersebut bertujuan agar manusia yang tergigit hewan tersangka rabies tersebut tidak terserang penyakit rabies. Hal itu dikarenakan penyakit rabies tersebut merupakan salah satu penyakit mematikan.

Elfie mengatakan, tidak semua orang yang tergigit hewan tersangka rabies diberikan vaksin VAR tersebut. Orang yang tergigit hewan tersangka rabies terlebih dahulu dilakukan observasi. Jika orang yang tergigit hewan tersangka rabies tersebut lukanya tidak berbahaya, dan hewan tersangka rabies yang mengigit tidak menunjukkan ciri-ciri terserang penyakit rabies, maka orang yang tergigit hewan tersangka rabies tersebut tidak diberikan vaksin VAR.

"Pertama kami lihat letak dan jenis lukanya, bila berbahaya maka akan diberikan vaksin VAR," kata Elfie Yennie.

Dia berpesan agar masyarakat lebih berhati-hati dengan hewan-hewan tersangka rabies. Karena penyakit rabies tersebut merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus rabies yang cukup mematikan. Jika masyarakat memelihara hewan-hewan tersangka rabies, sebaiknya hewan-hewan tersebut juga diberi vaksin.

Sementara, pemerintah daerah itu juga berupaya melakukan eleminasi terhadap hewan-hewan tersangka rabies, terutama anjing liar. Kegiatan tersebut dilakukan untuk meminimalisasi warga yang terserang oleh hewan-hewan tersangka rabies. (red)