Tarif Lebih Murah, Ojol Rusia Mulai Usik Kawasan Grab-Gojek

Tarif Lebih Murah, Ojol Rusia Mulai Usik Kawasan Grab-Gojek
Gojek demo soal Ojol Rusia. (Istimewa)

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - Ojek online (ojol) asal Rusia, Maxim, mulai beroperasi di Indonesia. Kemunculannya diprotes para kompetitornya lantaran tarif Maxim tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 Tahun 2019 tentang ojek online.

Merespons itu, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan pihaknya sudah menyelesaikan permasalahan tersebut. Ia mengatakan Maxim sudah memberlakukan tarif yang seharusnya.

"Sudah menyesuaikan, karena dia harus ke Rusia dulu, terus Maxim menyesuaikan. Iya (tarifnya) sesuai dengan standar kita," ujarnya di Terminal Kampung Rambutan, Minggu (22/12/2019).

Ojek online (ojol) asal Rusia, Maxim, mulai beroperasi di Indonesia. Kemunculannya diprotes para kompetitornya lantaran tarif Maxim tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 Tahun 2019 tentang ojek online.

Hal itu merupakan buah hasil dari pertemuan antara Kementerian Perhubungan dengan pihak Maxim beberapa hari yang lalu. Ia ingin antara operator ojek online bisa bersaing dengan sehat.

"Jadi gini, yang namanya online itu kan satu keniscayaan, satu persaingan, tapi persaingan itu harus sehat. Jadi saya mau bersaing itu harus sehat," kata Budi Karya.

Adapun sebelumnya Maxim menerapkan tarif minimal sebesar Rp 3 ribu. Sedangkan minimal tarif Gojek dan Grab ialah Rp 7 ribu sampai Rp 10 ribu untuk 4 km.

Budi Karya sendiri tidak mempermasalahkan kemunculan Maxim. Menurutnya, semakin banyak persaingan semakin baik asalkan semua operator ojek online bisa bersaing dengan sehat.

"Kalau menurut saya makin banyak operator makin baik ya. Tapi kita juga tidak mau operator itu saling bunuh dengan satu tarif yang sesuka hati, karena itu justru akan bumerang," kata Budi.

Namun begitu, Budi menjelaskan pihaknya akan membatasi jumlah pengemudi.

"Ya tentu kita akan batasi, yang penting nanti ada suatu equilibrium tertentu jumlah yang beredar itu nanti dibatasi," ujar dia.

Perlu diketahui, kemunculan Maxim mendapat protes dari kompetitornya. Pengemudi Gojek dan Grab pernah mendatangi kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Surakarta untuk meminta agar ojol asal Rusia itu diblokir.

Setelah sebelumnya protes ke kantor ojek online (ojol) Maxim di Solo beberapa waktu lalu, para pengemudi Gojek dan Grab sempat mendatangi kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Surakarta. Mereka meminta agar ojol asal Rusia itu diblokir.

Beberapa perwakilan ojol Gojek dan Grab melakukan audiensi dengan Kepala Dishub Surakarta, Hari Prihatno dan perwakilan Kementerian Perhubungan. Mereka mempertanyakan izin dan menuntut agar tarif Maxim disesuaikan dengan Permenhub 12 Tahun 2019 tentang ojek online.

Sumber: detikFinance
Editor: Ari