Tetap Patuhi Prokes, Tim Paskibraka Latihan di Bawah Terik Panas Matahari

Kondisi panas terik tak menyurutkan semangat tim Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Jambi untuk tetap berlatih sebagai persiapan perayaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus mendatang.

Tetap Patuhi Prokes, Tim Paskibraka Latihan di Bawah Terik Panas Matahari
Calon Paskibraka Provinsi Jambi Saat Menggelar Latihan (Aldo/BRITO.ID)

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Kondisi panas terik tak menyurutkan semangat tim Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Jambi untuk tetap berlatih sebagai persiapan perayaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus mendatang. 

Seperti pantauan di Lapangan Kantor Gubernur Jambi, Telanaipura, Selasa (10/8), tim Paskibraka yang hendak bertugas di Pemerintah Provinsi Jambi ini tampak fokus dalam berlatih dengan semangat. 

Walaupun kondisi cuaca begitu panas, ditambah teriknya matahari yang menyebabkan pandangan menjadi silau, namun tim Paskibraka itu tampak tetap berdiri tegap menghadap tiang bendera. Termasuk latihan baris-berbaris hingga proses pengibaran bendera selesai. 

Sontak terdengar teriakan tim Paskibraka atas arahan dari pembimbing mereka, demi membakar semangat yang membara saat raga mulai lelah.

Fiky Julistian, Pelatih Paskibraka Jambi mengatakan, ada tampak perbedaan yang mereka terapkan di formasi, terutama saat pandemi Covid-19.

"Sepintas dari jauh memang tak tampak. Sebenarnya mereka jaraknya tidak satu lengan lagi, melainkan satu setengah lengan. Ini mengingat pelaksanaan pengibaran bendara sekarang dalam kondisi pandemi Covid-19," katanya, Selasa (10/8). 

Kata dia, ini merupakan hari pertama mereka latihan pagi. Biasanya pagi hari kegiatan di lokasi sentralisasi di salah satu hotel di kawasan Broni, Kota Jambi.

"Biasa kami latihan siang. Pukul 14.00 WIB. Selain untuk melatih fisik ini juga untuk melatih mental dan semangat juang teman-teman di Paskibraka ini," ujarnya. 

Fiki menambahkan, saat berlatih ada delapan orang yang melatih mereka. Sedangkan pembimbingnya berjumlah 4 orang dari TNI dan Polri.

Sementara itu, Taufik, Perwakilan Panitia Paskibraka Jambi mengungkapkan, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan pihaknya telah menyiapkan pula tandu, tabung oksigen, serta tim nakes dengan dokter yang berjaga di lokasi latihan.

"Ini untuk mengantisipasi terjadi hal yang tidak diinginkan. Supaya cepat penanganan kalau ada pasukan yang lemah tubuh dan butuh perawatan," bebernya. 

Taufik meyebutkan, ada sebanyak 53 orang Paskibraka yang mengikuti kegiatan ini. Dan semuanya dari 11 kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Jambi.

"Saat ini ada 53 orang Paskibraka. Hasil seleksi dan penerimaannya, sudah berlangsung tahun 2020 kemarin. Karena pandemi alhasil tahun lalu ditiadakan upacara bendera. Jadi ini tim tahun lalu," ungkapnya. 

Diketahui, dalam latihannya tim Paskibraka ini nantinya akan dibagi menjadi dua, yakni tim pagi untuk pengibaran bendera dan tim sore untuk penurunan bendera.

"Ini nanti ada dibagi dua. Tim pengibaran bendera pada pagi harinya dan tim penurunan bendera pada sore harinya," nya.

Lebih lanjut, Taufik menerangkan, sebelumnya ada sebanyak 55 orang yang berlatih. Pasalnya ada dua orang yang mundur dari Paskibraka ini.

"satu orang mundur dari latihan dan satu orang lagi gugur (meninggal dunia) saat latihan," terangnya.

Meski demikian, pelaksanaan pengibaran bendera saat 17 Agustus nanti di Area Lapangan Kantor Gubernur Jambi dapat berjalan lancar. 

"Terutama cuaca, semoga cuaca pada hari pelaksanaannya cerah dan mendukung untuk berjalannya kegiatan upacara bendera," cetusnya. 

Kontributor: Loadry Apryaldo
Editor: Rhizki Okfiandi