UU Disabilitas Jadi Prioritas, Prabowo-Sandi Janji Buat Juklak-Juknis

UU Disabilitas Jadi Prioritas, Prabowo-Sandi Janji Buat Juklak-Juknis

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - Koalisi Prabowo-Sandi berjanji akan memperhatikan para penyandang disabilitas, salah satunya berjanji akan membuat Peraturan Pemerintah (PP), sebagai turunan dari Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Direktur Media dan Komunikasi Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusumo mengatakan dirinya memimpin
rombongan bertemu Menteri Sosial pada Agustus 2016, meminta komitmen dalam mewujudkan PP sebagai Petunjuk Pelaksana (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis) UU Disabilitas.

"Namun hingga kini belum terwujud, karena ini kami berjanji juklak dan juknis bisa terlaksana dalam waktu singkat," kata Hashim Djojohadikusumo dalam peluncuran buku Pandangan Strategis Prabowo Subianto, Paradoks Indonesia edisi format braille di Media Center Prabowo-Sandi di Jakarta, Jumat (16/11)

Janji itu akan direalisasikan jika Prabowo-Sandiaga terpilih sebagai presiden dan wakil presiden periode 2019-2024.

Hashim mengatakan PP turunan dari UU Disabilitas tersebut belum dibuat saat pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla, padahal
UU Disabilitas tidak efektif jika belum ada PP sebagai Juklak dan Juknis.

Dia mengklaim Undang-Undang tentang Penyandang Disabilitas awalnya diusulkan atas inisiatif Partai Gerindra dan dirinya pernah memerintahkan kader Gerindra di Badan Legislasi (Baleg) DPR untuk memasukkan UU tersebut dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas).

"Saya bertemu Ketua Baleg DPR RI saat itu Sareh Wiyono yang merupakan kader Gerindra. Saya memerintahkan untuk segera memasukan RUU Disabilitas dalam prolegnas karena kalau tidak seperti itu, maka bisa diabaikan," ujarnya.

Dia mengatakan dirinya dan tim memeriksa 165 pasal dalam RUU tersebut dan mengawalnya hingga Rapat Pleno pada April 2016.

Dalam acara tersebut, secara simbolis buku Paradoks Indonesia diserahkan oleh istri Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno, Nur Asia Uno kepada perwakilan tunanetra, Eka Setiawan.

Nur Asia Uno pun berharap, buku tersebut bermanfaat bagi para penerimanya. Sedangkan jumlah buku Paradoks Indonesia yang dicetak pada tahap pertama sebanyak 200 buah, jumlah yang sama akan dicetak lagi pada tahap kedua nanti. (RED)