Viral Dangdutan di Bekasi Ditengah Pandemi Covid-19, Polisi Langsung Bubarkan

Kegiatan dangdutan digelar di Mustikajaya, Kota Bekasi, menjadi video viral di media sosial. Dalam video itu memperlihatkan warga berkerumun dan berjoget mengikuti alunan musik dangdut.

Viral Dangdutan di Bekasi Ditengah Pandemi Covid-19, Polisi Langsung Bubarkan
Dangdutan di Mustikajaya Bekasi (ist)

BRITO.ID, BERITA BEKASI - Kegiatan dangdutan digelar di Mustikajaya, Kota Bekasi, menjadi video viral di media sosial. Dalam video itu memperlihatkan warga berkerumun dan berjoget mengikuti alunan musik dangdut.

Seorang biduan juga bernyanyi sambil bergoyang sehingga membuat suasana semakin semarak. Kegiatan dangdutan saat pandemi virus corona itu viral di media sosial.

Netizen pun mengungkapkan kekecewaannya atas acara dangdutan tersebut. Apalagi kasus virus corona di Kota Bekasi lagi mengalami peningkatan.

Kapolsek Bantargebang, Kompol Ali Joni membenarkan ada kegiatan dangdutan di wilayahnya.

Kegiatan dangdutan dilakukan pada acara resepsi di Kampung Ciketing Asem, RT04/RW05, Kelurahan Mustikajaya, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Minggu (23/8/2020) malam.

"Iya benar ada, waktu itu kita dapat informasi malam sekira jam 10-an. Kita langsung perintahkan anggota yang piket untuk ke sana untuk segera dibubarkan," ujar Ali, Selasa (25/8/2020).

Ali menjelaskan, kegiatan dangdutan itu tidak ada izin dari pihak kepolisian. Pihak yang menggelar acara resepsi hanya izin organ tunggal. Izin pelaksanaan kegiatannya juga hanya sampai pukul 16.00 WIB.

"Itu acara resepsi, kita kasih izin cuman waktu terbatas, sampai pukul 16.00 WIB. Organ tunggal aja hanya surat permohonan di RT/RW, kelurahan, di kami belum verifikasi," ujarnya.

Ali mengatakan, izin diberikan untuk menggelar resepsi sesuai aturan daerah. Ketika diberikan izin, pihaknya memberikan arahan dan imbauan agar tetap memerhatikan protokol kesehatan.

"Dan pengunjungnya pun kita imbau agar diatur setiap waktunya maksimal 100 orang secara bergantian kita kasih tahu begitu," ucapnya.

Ali mengatakan, kegiatan dangdutan langsung dibubarkan. Dia juga menyayangkan kepada pemilik hajatan yang tidak mematuhi rekomendasinya dan telah membohonginya.

Pasalnya, kegiatan hanya sampai pukul 16.00 WIB dan tidak ada kegiatan dangdutan.

Pada kegiatan dangdutan juga terlihat warga tidak menjaga jarak dan tidak memakai masker.

"Iya kita pas dapat informasi dari warga langsung saya perintahkan anggota untuk membubarkan. Jam setengah 11 sudah bubar semua," ucap dia.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Ali mengatakan, pihaknya bakal lebih memperketat proses perizinan kegiatan keramaian, terutama resepsi pernikahan.

Polsek Bantar Gebang juga akan memanggil pemilik hajatan yang melakukan kegiatan dangdutan tersebut.

"Kita antisipasi akan diperketat untuk izin benar-benar sortir dan kita tidak akan berikan sembarangan. Pemilik hajat kita panggil buat klarifikasi," kata Ali,

Sumber: Wartakotalive
Editor: Ari