Walikota Jambi Harapkan Pelaku Usaha Manfaatkan Bimtek Pelaporan

Walikota Jambi Harapkan Pelaku Usaha Manfaatkan Bimtek Pelaporan
Penyerahan cinderamata oleh Wali kota Jambi Sy Fasha. (Dewi/Brito.id)

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Wali Kota Jambi Sy Fasha menghadiri bimbingan teknis (Bimtek) prinsip mengenali pengguna jasa dan tata cara pelaporan bagi Koperasi yang melakukan kegiatan Simpan Pinjam (KSP) dan perusahaan properti di Swiss-belhotel Jambi, Kamis (22/8/2019) pagi.

Bimtek dilaksanakan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) RI, terkait sistem informasi anti pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme (SIAPUPPT).

Dalam sambutannya Fasha menyampaikan bahwa, hampir setiap negara memiliki lembaga pengawas keuangan. Untuk itu, Fasha berharap pelaku usaha di Jambi dapat mengenali pengguna jasa dengan benar.

"Saya harap peserta mengikuti bimtek ini dengan baik dan benar. Mudah-mudahan kegiatan ini bermanfaat buat kita semua," ujarnya.

Kepada wartawan usai pembukaan bimtek, Fasha kembali menyampaikan harapannya agar para pelaku usaha, khususnya koperasi simpan pinjam dan properti, dapat memanfaatkan bimtek dengan maksimal.

"Bimtek ini mudah-mudahan menjadi sesuatu yang bermanfaat, untuk menghadapi tantangan ke depannya. Supaya dapat bagaimana pelaku-pelaku usaha jangan sampai nanti ada yang namanya terkait dengan TPPU," katanya.

"Awalnya menjadi anggota koperasi, nanti setelah beberapa bulan kemudian dia menjadi pemilik modal. Ternyata uangnya apa, uangnya uang hasil dari kejahatan yang memang tidak dibenarkan atau mungkin uang tersebut digunakan kelompok-kelompok radikalisme atau teroris," pungkas Fasha.

Deputi Bidang Pencegahan PPATK Muhamad Sigit mengatakan, kejahatan pencucian uang saat ini sudah melibatkan keluarga pelaku.

"Kejahatan pun juga bisa disalurkan melalui keluarga, bisa melibatkan menantu, mertua dan lainnya. Oleh karena itu, nanti dengan apa-apa yang diberlakukan melalui laporan analisis perusahaan properti dan simpan pinjam ini juga dapat memberikan pemahaman pada bapak ibu untuk terhindar dari pemanfaatan usaha yang bapak ibu jalankan, sebagai sarana pencucian, karena pelaku kejahatan terus  mencari celah," ujarnya dalam sambutannya.

Sigit menegaskan pentingnya pelaporan keuangan ke pihaknya. Karena, akan sangat menguntungkan pelaku usaha, dimana PPATK akan bisa menganalisa pencucian uang atau uang haram yang menyusup ke pelaku usaha.

"Karena itulah menjadi penting mengenali siapa nasabahnya, bagaimana resikonya kemudian harus verifikasi apa yang mereka sampaikan. Kemudian melakukan pemantauan apakah transaksi yang terjadi itu berasal dari hasil penerimaan yang legal," ujarnya.

"Jangan khawatir, kelihatannya susah tetapi jika nanti mengikuti bimbingan teknis, semuanya menjadi mudah. Dan tidak perlu khawatir terkait laporan keuangan pelaku usaha, karena Undang-undang mengatakan PPATK dilarang menyampaikan kepada pihak lain, jika terjadi maka itu pidana jadi bapak ibu tidak perlu khawatir," tambah Sigit.

Dalam penelusuran transaksi keuangan, PPATK kata Sigit, memiliki cara yang berbeda dengan aparat penegak hukum lainnya seperti polisi, kejaksaan dan lainnya yang melakukan secara konvensional.

Konsep tentang pencegahan dan pemberantasan TTPU oleh PPATK tambah Sigit, merupakan kombinasi pelengkap dari apa yang dilakukan aparat penegak hukum secara konvensional. Dengan penelusuran transaksi keuangan, maka dapat ditelusuri tidak hanya satu periode tetapi periode sebelumnya.

"Bimbingan yang dilakukan PPATK ini hampir dilakukan di seluruh wilayah Indonesia. Mungkin bimbingan ini tiidak cukup. Dan kami berterima kasih dukungan dari Bapak Wali Kota, kemudian kawan-kawan dinas koperasi dan UKM dan lainnya," pungkas Sigit.

(Dewi/Adv)