Warga Kerinci Diduga Suspect Corona & Dirawat di RSUP M Djamil Meninggal Dunia

Seorang warga Kerinci berinisial AK (47) terindikasi suspect virus corona dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum M Djamil Padang pukul 07.15 WIB pagi tadi dikabarkan telah meninggal dunia malam ini.

Warga Kerinci Diduga Suspect Corona & Dirawat di RSUP M Djamil Meninggal Dunia
Pasien Suspect Corona warga Kerinci yang baru pulang dari Malaysia dirawat di RSUP M Djamil dan meninggal dunia malam ini. (Ega/brito.id)

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Seorang warga Kerinci berinisial AK (47) terindikasi suspect virus corona dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum M Djamil Padang pukul 07.15 WIB pagi tadi dikabarkan telah meninggal dunia malam ini.

Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang Gustavianof membenarkan bahwa pasien yang dirujuk dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) tadi pagi dinyatakan meninggal dunia pada pukul 21.10 WIB.

Gustavianof melanjutkan, pasien tersebut juga sudah dilakukan pengambilan sampel swab hidung dan swab tenggorokan. "Kita sudah kirim melalui Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar ke Laboratorium Litbangkes Kemenkes RI," tuturnya seperti dilansir klikpositif.com

"Untuk memastikan seseorang terpapar virus corona harus melalui cek labor terhadap darah, dan itu baru bisa dilakukan di Jakarta dan juga harus disampaikan resmi oleh pihak yang berkompeten," katanya.

Dikutip dari Covesia.com Executive General Manager PT Angkasa Pura II (Persero) Yos Suwagiyono membenarkan terkait informasi atau berita dan video yang beredar. Namun disini ditekankan bahwa penumpang dimaksud baru dicurigai suspect Corona. 

"Karena memastikan seseorang terpapar virus corona harus melalui cek labor terhadap darah, dan itu baru bisa dilakukan di Jakarta dan juga harus disampaikan resmi oleh pihak yang berkompeten," ungkap Yos Suwagiyono, dalam siaran persnya yang diterima, Senin.

Lebih lanjut Yos menjelaskan saat melewati Thermal Scanner KKP di area kedatangan Internasional, Satu orang penumpang yang datang dari Malaysia terdeteksi dengan suhu di atas normal dengan kondisi sesak nafas.

"Saat diinterview pihak KKP BIM orang ini mengaku sudah tiga hari belakangan mengalami sesak nafas," ungkapnya.

Mendapati hal itu kata Yos, pihak KKP Bandara langsung melakukan penanganan sesuai protokol, dan Penumpang tersebut langsung di isolasi & diinterview oleh KKP BIM yg selanjutkan dirujuk ke RS M. Djamil Padang.

Penulis: Ega Roy
Editor: Ari