Warga Pacitan Dihebohkan Lihat Sang Loreng yang Dikira Harimau Jawa?

Warga Pacitan Dihebohkan Lihat Sang Loreng yang Dikira Harimau Jawa?
Harimau Jawa yang sudah punah. (Istimewa)

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - Warga Pacitan Jawa Timur bersaksi telah melihat kucing besar dengan motif loreng. Ciri-ciri itu hanya dimiliki harimau, padahal harimau Jawa sudah punah sejak dahulu. Apakah harimau Jawa bangkit dari kepunahan?

"Harimau Jawa dinyatakan punah pada tahun 1970-an, dan sampai sekarang belum pernah ada bukti-bukti ilmiah keberadaannya," kata peneliti mamalia dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Maharadatun Kamsi, Minggu (1/9/2019).

Kesaksian itu diutarakan warga sejak sepekan lalu. Tanda-tanda keberadaan Sang Loreng membuat warga jeri. Namun Datun, sapaan Maharadatun, menyatakan hingga kini belum ada yang bisa meyakinkan bahwa harimau Jawa belum punah.

"Artinya setelah 50 tahun dinyatakan punah sudah tidak pernah terlihat lagi, tidak ada rekaman yang bisa dijadikan bukti ilmiah seperti foto dan rambut," kata Datun. 

 

Baca Juga: Warga Bungo Panik, Harimau Berkeliaran di Hutan Dekat Pemukiman

 

Kabar-kabar keberadaan harimau Jawa dinyatakan Datun bukan kali ini saja terdengar. Dia ingat betul, tahun 2017 pernah ada kabar viral yang menyatakan harimau Jawa ada di Taman Nasional Ujung Kulon. Ternyata, itu bukan harimau Jawa melainkan macan tutul saja. 

"Macan tutul Jawa Timur tercatat di sekitar Gunung Lawu (Karanganyar-Ngawi) dan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Termasuk Meru Betiri (Banyuwangi) juga. Macan Tutul tercatat juga di Taman Nasional Baluran dan Alas Purwo (Banyuwangi)," kata Datun.

Kata dia, macan tutul punya daerah jelajah yang luas, tergantung ketersediaan pakan dan daya dukung habitatnya. Rata-rata macan tutul jantan dewasa mampu menjelajah sampai 100 km persegi untuk mencari mangsa, sedangkan betina dewasa mampu menjelajah seluas 30 km persegi.

Sejak Sabtu (24/8) pekan lalu, warga Pacitan dihebohkan dengan tanda-tanda dan kesaksian soal macan loreng, diduga harimau. Lokasinya ada di Desa Gemaharjo, Pacitan.

"Besar tubuhnya kira-kira seukuran kambing dewasa. Warnanya loreng," ucap Gamin (60) warga Lingkungan Kiteran, Dusun Gayam, Desa Gemaharjo ditemui detikcom, Sabtu (24/13) lalu.

Namun begitu bapak dua anak itu memalingkan wajah, dirinya melihat seekor harimau. Binatang jenis karnivora itu melompat dari arah semak belukar. Rupanya binatang buas itu bermaksud mengikuti binatang lain yang sudah lebih dulu melintas.

"Itu kejadiannya sudah sekitar 2 bulan yang lalu sekitar jam 03.30 pagi. Setelah itu ada juga warga lain yang pernah melihat (harimau) itu," terangnya sembari menunjuk semak belukar tempat harimau muncul seperti dilansir detikcom. (RED)