10 Tahun MATRA, Sri Paduka KGPAA Mangku Alam II: Perayaan Akan Digelar di Salatiga dan Makassar
BRITO.ID, BERITA JAKARTA– Organisasi Masyarakat Adat Nusantara (MATRA) bersiap memperingati satu dekade perjalanan organisasi yang berdiri sejak 13 Agustus 2016. Memasuki usia ke-10 tahun pada 13 Agustus 2026 mendatang, peringatan tersebut direncanakan digelar di dua kota, yakni Salatiga dan Makassar.
Hal itu disampaikan langsung oleh Sri Paduka Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Mangku Alam II selaku pendiri sekaligus tokoh sentral MATRA.
“Menyambut peringatan 10 tahun MATRA, Insyaallah akan dirayakan di Salatiga dan di Makassar,” ujar Sri Paduka KGPAA Mangku Alam II.
MATRA atau Masyarakat Adat Nusantara merupakan organisasi budaya yang mewadahi ratusan kerajaan, kesultanan, lembaga adat, serta tokoh budaya dari berbagai daerah di Indonesia. Organisasi ini dibentuk sebagai wadah pemersatu adat dan budaya Nusantara sekaligus menjaga eksistensi nilai-nilai tradisi di tengah perkembangan zaman.
Sejak berdiri, MATRA telah aktif menggelar berbagai kegiatan budaya berskala nasional maupun internasional. Salah satu agenda besar yang pernah dilaksanakan yakni Festival Adat Budaya Nusantara (FABN) yang mempertemukan ratusan kerajaan dan lembaga adat di Indonesia.
Pada Festival Adat Budaya Nusantara I yang digelar di Bali tahun 2022, MATRA menghadirkan ratusan kerajaan Nusantara dan perwakilan kerajaan dari luar negeri sebagai bentuk pelestarian budaya serta penguatan hubungan antarkerajaan dan komunitas adat.
Kemudian pada Festival Adat Budaya Nusantara II di kawasan Candi Borobudur, Magelang, sebanyak 264 kerajaan dan lembaga adat turut ambil bagian. Dalam kegiatan tersebut, MATRA juga mendeklarasikan pentingnya menjaga ketahanan budaya nasional dan memperkuat persatuan bangsa melalui adat istiadat Nusantara.
Selain festival budaya, MATRA juga aktif terlibat dalam berbagai forum budaya dan pariwisata nasional. Pada tahun 2025, MATRA menjadi mitra dalam kegiatan 4th Borobudur Peace and Prosperity Festival yang melibatkan tokoh nasional, duta besar negara sahabat, budayawan, hingga para pemimpin adat Nusantara.
Sri Paduka KGPAA Mangku Alam II dikenal sebagai figur yang konsisten mendorong pelestarian budaya sekaligus memperkuat peran kerajaan dan lembaga adat sebagai perekat persatuan bangsa. Dalam berbagai kesempatan, ia menegaskan bahwa budaya bukan hanya warisan sejarah, tetapi juga modal sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia.
Momentum 10 tahun MATRA tahun 2026 mendatang diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat eksistensi organisasi budaya tersebut sekaligus mempererat silaturahmi antar kerajaan, kesultanan, dan masyarakat adat di seluruh Nusantara.
(Ari Widodo)

Ari W