Akibat Karhutla, Produksi Ikan di Tanjab Barat Menurun
BRITO.ID BERITA TANJAB BARAT- Dinas Kelautan dan Perikanan Tanjab Barat mencatat, di triwulan III bulan Juli hingga Agustus 2018, jumlah hasil tangkapan 5,536 ton. Namun ditriwulan yang sama tahun 2019 peroduksi ikan di Tanjab Barat menurun menjadi 5.204 ton.
Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Tanjab Barat H. Erwin membenarkan adanya penurunan produksi ikan dari Nelayan yang ada di Tanjab Barat, hususnya nelayan tradisional.
" Jadi ada penurunan 6 persen," tegas H. Erwin, Selasa (5/11).
H Erwin menjelaskan, penurunan tersebut terjadi lantaran dampak kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
"Bagaimana tidak, selama kabut asap terjadi hampir 3 (tiga) bulan lamannya, produksi ikan Nelayan mengalami penurunan hingga 6 (enam) persen." Katanya.
"Penurunan produksi ikan dikarenakan Nelayan yang menggunakan pompong kecil tidak bisa melaut. Mereka tidak memiliki GPS (General Positioning System) jadi tidak berani melaut," tukasnya.
Terpisah, Syufrayogi Saipul Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Tanjab Barat mengungkapkan, rata-rata Nelayan selama kabut asap berlangsung beralih menjalani pekerjaan serabutan.
"Ada yang berkebun, menjadi kenek bangunan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari," bebernya.
Tapi untuk sekarang rutinitas Nelayan sudah berjalan Normal. Tinggal lagi mereka tetap waspada terhadap perubahan iklim yang dapat menimbulkan ombak.
Redaktur: Rhizki Okfiandi
Kontributor: Heri Anto
