Akun WhatsApp Kades di Muarojambi Dibajak, Pelaku Berhasil Tipu Belasan Juta

Akun WhatsApp Kades di Muarojambi Dibajak, Pelaku Berhasil Tipu Belasan Juta
Kades Markading M Adam. (Romi/brito.id)

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Kasus Hacker atau pembajakan akun WhatsApp mulai merajalela di Kabupaten Muarojambi. Dulu, akun mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Muarojambi Sudirman dibajak. Teranyar akun WhatsApp milik M Amin, Kepala Desa Markanding Kecamatan Bahar Utara dibajak. Pelaku meminta sejumlah uang kepada korban.

"Iya, WA saya kena bajak. Entah kayak mana cara orang tu kok bisa," kata Kades Markanding, M Adam, Sabtu (21/12/2019).

Dijelaskan Adam, kasus Hacker atau pembajakan akun WhatsApp tak hanya menimpa dirinya. Sebelumnya, kejadian serupa juga menimpa tauke sawit di sana. Bahkan tak hanya menimpa satu orang, dua tauke sawit sekaligus di sana akunnya dibajak. 

"Bukan sayo bae (saja) bang. Dua orang tauke sawit di sini jugo keno bajak," kesalnya.

Dikatakan Adam, sepengetahuannya, dari pembajakan WA dirinya tersebut berhasil mendapatkan satu korban. Bahkan, korban tertipu uang sebesar Rp11 juta. 


"Ada satu korban. Yang membajak WA saya itu minta kirim ke empat rekening. Bank BRI tiga dan BNI satu," ujarnya.


Dijelaskan Adam, modus yang dilakukan pembajak tersebut dengan cara menelpon. Kata dia, nomor yang digunakan pelaku untuk menelpon  mengunakan foto profil dirinya.


"Semacam dihipnotis gitu bang. Apo permintaan penipu itu dituruti," jelasnya.

Kejadia serupa juga dialami M Firdaus, Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muarojambi. Modusnya pun serupa seperti yang dialami Kades Markanding. Firdaus bercerita bahwa, ada temannya ditelpon seseorang dengan nomor baru tapi menggunakan poto profil dirinya. 

"Ada yang nelpon (pake akun WA), poto profilnya pake poto saya," kata pria yang kerap disapa Bang Daus, Sabtu (21/12/19).

Beruntungnya kata Kabid, tak ada korban yang tertipu atas pembajakan tersebut. Tak ada kerugian materil akibat pembajakan tersebut. Temannya tak langsung percaya kalau yang menelpon tersebut adalah dirinya.

"Jangan mudah percaya bila ada yang menelpon menggunakan nomor baru tapi pake poto profil saya. Nomor saya nggak ganti, nomor yang itulah. Kalau ada nomor baru cek dulu kebenarannya," pungkas Daus.

Penulis: Romi Raden
Editor: Ari