Anak Supir Angkot Ini Sempat Gagal Jadi Tentara, Namun Kini Jadi Komandan Lanal TNI AL

Kisah nyata yang dialami oleh salah satu Perwira Menengah (Pamen) TNI Angkatan Laut ini, yaitu Letnan Kolonel (Letkol) Laut (P) Hariono. Kisah perjalanan hidup Letkol Hariono tentu dapat menjadi salah satu inspirasi bagi seluruh generasi muda dalam mengejar impiannya.

Anak Supir Angkot Ini Sempat Gagal Jadi Tentara, Namun Kini Jadi Komandan Lanal TNI AL
Danlanal Tolitoli Letkol Laut (P) Hariono

BRITO.ID, BERITA TOKOH - Kisah nyata yang dialami oleh salah satu Perwira Menengah (Pamen) TNI Angkatan Laut ini, yaitu Letnan Kolonel (Letkol) Laut (P) Hariono.

Kisah perjalanan hidup Letkol Hariono tentu dapat menjadi salah satu inspirasi bagi seluruh generasi muda dalam mengejar impiannya.

Dalam sebuah wawancara yang dilansir oleh VIVA Militer dari Youtube, Selasa, 16 Maret 2021, Letkol Laut (P) Hariono ternyata pernah mengalami banyak kegagalan dalam mengejar impiannya.

Menjadi seorang tentara atau prajurit TNI adalah keinginan Hariono sejak dulu kala. Namun, untuk menjadi seorang prajurit TNI tidaklah dapat dilakukan dengan cara yang mudah.

Hariono menyatakan, dia termotivasi untuk menjadi seorang tentara karena melihat seorang senior di bangku sekolah SMA-nya yang berhasil menjadi seorang prajurit TNI.

Kemudian, setelah lulus SMA pada tahun 1996, pria kelahiran Malang, Jawa Timur itu langsung mendaftarkan diri untuk menjadi prajurit Kopassus TNI Angkatan Darat namun gagal.

"Selepas saya gagal dari AKABRI, saya mencoba mendaftar Bintara Darat gagal, saya mencoba Tamtama Kopassus gagal juga, saya mencoba Bintara gagal juga, dan saya tidak pernah mengenal kata menyerah, saya coba terus berusaha, terakhir tahun 1997 saya bisa masuk di Angkatan Laut," kata Letkol Laut (P) Hariono.

Meski telah mengalami kegagalan sebanyak empat kali berturut-turut untuk menjadi seorang prajurit TNI, Anak kelima dari seorang Supir Angkot itu tidak menyerah untuk mewujudkan cita-citanya.

Kegagalan pertama hingga kegagalan keempatnya merupakan pengalaman yang mengantarkan dirinya hingga lulus di Akademi Angkatan Laut (AAL) pada tahun 1997 di Surabaya.

Namun siapa sangka, kini Hariono telah berhasil membuktikan kepada orang-orang di sekitarnya bahwa kesungguhan dalam berlatih dan doa dari orang-orang yang dicintainya dapat membawa Hariono hingga memiliki karir di TNI Angkatan Laut hingga moncer seperti sekarang.

Kerja keras serta kedisiplinan Hariono untuk menjadi seorang prajurit TNI telah dibuktikan dengan sangat sungguh-sungguh. Hal itu dapat dilihat dari perjalanan karir Hariono sebagai seorang prajurit TNI matra Angkatan Laut.

Dalam catatan VIVA Militer, Hariono pernah memimpin sejumlah Kapal Perang TNI Angkatan Laut, diantaranya, KRI Sungai Gerong-906 pada tahun 2013-2014, KRI Teluk Sangkulirang pada tahun 2017-2018, KRI Teluk Mandar-514 pada tahun 2018-2019, dan KRI Makassar-590 pada tahun 2019-2020.

Dan saat ini Letkol Laut (P) Hariono telah dipercaya untuk memegang pucuk pimpinan di Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Tolitoli, Sulawesi Tengah. Tepatnya pada tanggal 16 Januari 2021 lalu, Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) VIII Brigadir Jenderal TNI (Mar) Donar Philip Rompas telah melantik Letkol Laut (P) Hariono untuk menjabat Danlanal Tolitoli menggantikan Letkol Laut (P) Bayu Wicaksono.

Sumber: VivaMiliter
Editor: Ari