Anggota Dewan Sebut PT DAS Tanjab Barat Tak Penuhi Kewajibannya, Suprayogi: Jangan Perpanjang Kontrak

Berdasarkan Hasil Dengar Pendapat para Anggota Dewan dengan pihak perusahaan serta pihak instansi terkait. Anggota DPRD Tanjab Barat menduga pihak perusahaan telah melanggar Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014.

Anggota Dewan Sebut PT DAS Tanjab Barat Tak Penuhi Kewajibannya, Suprayogi: Jangan Perpanjang Kontrak
Anggota DPRD Tanjab Barat Suprayogi Saiful (ist)

BRITO.ID BERITA TANJAB BARAT- Berdasarkan Hasil Dengar Pendapat para Anggota Dewan dengan pihak perusahaan serta pihak instansi terkait. Anggota DPRD Tanjab Barat menduga pihak perusahaan telah melanggar Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014.

Bahkan Dewan meminta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat mempertimbangkan kembali perpanjang kontrak PT Dasa Anugerah Sejati (DAS) yang berada di kawasan Tungkal Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Barat untuk Tahun 2023.

"Berdasarkan hasil dengar pendapat, pihak perusahaan telah melanggar amanah Undang-undang Nomor 39 Tahun 2014"  tegas Syufrayogi Syaiful, Anggota Komisi II DPRD saat dikonfirmasi diruanganya Selasa (23/6).

Menurut Syufrayogi Syaiful, sejak menandatangani kontrak pada tahun 1997, PT DAS menguasai lahan perkebunan 9077 hektar, tidak menjalankan Undang-undang Nomor 39 Tahun 2014 yang seharusnya memplasmakan sekitar 20 persen atau sekitar 1815 hektar kepada masyarakat.

Syufrayogi Syaiful menilai ada hak masyarakat yang dihilangkan dan dinikmati oleh pihak perusahaan.

"Sampai saat ini hak masyarakat tidak dipenuhi oleh pihak perusahaan" bebernya.

Tidak hanya menyampaikan dan meminta kepada pemerintah daerah kabupaten Tanjung Jabung Barat agar menunda perpanjangan kontrak, para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat akan mengumpulkan dokumen agar pemerintah daerah kabupaten Tanjung Jabung Barat mempertimbangkan perpanjangan Kontrak PT DAS Tersebut.

"Sebelum perpanjang kontrak untuk tahun 2023 mendatang, PT DAS berkewajiban menyelesaikan hak untuk masyarakat memplasmakan 20 persen," pungkasnya.

Penulis: Heri Anto
Editor: Rhizki Okfiandi