Hanya Gara-gara Uang Rp 20 Ribu, Suami di Tanjab Barat Ini Tega Habisi Nyawa Istrinya

Memilukan, hanya gara gara meminjam uang Rp 20.000, seorang suami tega menganiaya istrinya hingga Tewas minggu (2/8/2020).

Hanya Gara-gara Uang Rp 20 Ribu, Suami di Tanjab Barat Ini Tega Habisi Nyawa Istrinya
Pelaku Saat Ditangkap oleh Polisi (ist)

BRITO.ID BERITA TANJAB BARAT- Memilukan, hanya gara gara meminjam uang Rp 20.000, seorang suami tega menganiaya istrinya hingga Tewas minggu (2/8/2020).

Informasi yang didapat, pelaku berinisial AL (59) dan korban berinisial AR. Keduanya tinggal di RT 24 Kelurahan Tungkal Harapan Kecamatan Tungkal Ilir.

Kasat Reskrim Polres Tanjab Barat AKP Jan Manto Hasiholan, dalam laporannya membenarkan adanya Tindak Pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Kasat reskrim menjelaskan, tindakan KDRT bermula saat Pelaku meminjam uang ke Korban sebesar Rp 20.000 sebelum pelaku berangkat kerja. 

Dari pengakuan pelaku, korban sempat melontarkan kata kata kasar dan menendang kaki pelaku, hingga pelaku naik darah dan memukul korban dengan Balok kayu dengan ukuran 92 cm ke kepala korban berulang kali.

"Kejadian pemukulan di kamar pelaku dan korban. Dengan bukti masih adanya percikan darah korban." Tulis kasat Reskrim via pesan WhatsApp Minggu (2/8). 

Kemudian pelaku  keluar dari rumah menuju rumah ketua RT memberitahukan bahwa pelaku bertengkar dengan korban.

Setiba dirumah ketua RT. 24 setelah menceritakan kejadian yang telah dilakukannya, kemudian ketua RT menuju rumah pelaku.

Selanjutnya dari rumah ketua RT pelaku pulang kerumah mendapati istrinya (korban) sudah tidak ada lagi karena sudah dibawa oleh ambulance, lalu pelaku mengambil air dan membersihkan bekas darah yang ada di kamar menggunakan air yang dibawanya.

Mengetahui keributan itu, Warga sekitar ramai menuju rumah pelaku dan warga menyarankan pelaku kembali kerumah ketua RT, tak lama kemudian setelah sampai kembali dirumah Ketua RT Pihak kepolisian mengamankan pelaku ke Mapolres Tanjab Barat guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Korban inisial AR  mengalami luka robek di kepala, dan mengalami pendarahan. pada saat dibawa kerumah sakit kondisi korban masih bisa bernafas (menurut keterangan saksi) namun saat sampai di RSUD KH. DAUD ARIF korban meninggal dunia." Jelasnya. 

Menurut keterangan dokter piket RSUD KH. DAUD ARIF Kuala Tungkal dr. DONY Sanjaya menerangkan, korban meninggal dunia akibat pendarahan di kepala. Korban mengalami luka robek di kepala sepanjang ± 20cm. 

"luka robek tembus di kepala sampai ke leher belakang korban. luka pada jempol tangan kanan nyaris putus. luka-luka robek pada tangan. jenazah korban masih dalam perawatan pihak RSUD KH. DAUD ARIF, menjahit luka pada korban." Paparnya. 

Penulis: Heri Anto
Editor: Rhizki Okfiandi