Api dari Ledakan Sumur Minyak Ilegal di Batanghari Belum Padam, Danrem: Segera Berkoordinasi Turunkan Tim Ahli

Meledaknya sumur minyak ilegal di Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Jambi, sejak Sabtu (18/9) lalu hingga Rabu (22/9) menimbulkan masalah. Api dari ledakan sumur, belum benar-benar dapat dipadamkan, namun mulai mengecil.

Api dari Ledakan Sumur Minyak Ilegal di Batanghari Belum Padam, Danrem: Segera Berkoordinasi Turunkan Tim Ahli
Api yang berasal dari ledakan sumur minyak ilegal Batanghari. (Loadry Apryaldo/brito.id)

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Meledaknya sumur minyak ilegal di Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Jambi, sejak Sabtu (18/9) lalu hingga Rabu (22/9) menimbulkan masalah. Api dari ledakan sumur, belum benar-benar dapat dipadamkan, namun mulai mengecil.

“Kita lihat dari hari pertama sampai sekarang apinya sudah stabil namun tetap hidup. Kita masih menunggu persiapan jalan, dan akan segera berkoordinasi dengan SKK Migas dan PetroChina serta pertamina untuk bisa menurunkan tim yang ahli untuk memadamkan api di lokasi kebakaran,” kata Danrem 042/Gapu, Brigjen TNI Zulkifli saat dikonfirmasi Brito.id, Rabu (22/9).

Ia mengatakan pihaknya bersama Pertamina dan petugas Pemadam Kebakaran sedang menyiapkan jalan sepanjang sekitar 7 KM untuk ke lokasi sumur minyak yang terbakar. Juga telah menyiapkan beberapa alat berat.

"Kita menyiapkan jalan ke Lokasi dan di sana sudah ada 4 alat berat yang sudah dioperasionalkan di lapangan dan digunakan untuk memperbaiki jalan menuju lokasi," ucap dia.

Sementara, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batanghari, Samral Lubis menyampaikan masih ada api di lokasi sumur ilegal yang dimaksud. Tingginya diperkirakan sekitar 15 meter.

Sedangkan, Tim Satuan Gugus Penanganan Karhutla masih berupaya mengantisipasi penyebaran api dengan mendirikan posko.

"Kita dirikan posko di situ untuk mengantisipasi meluasnya dampak kebakaran hutan dari tingginya api itu dan juga jangan sampai api merembet," ujarnya.

Menurut Samral, pihaknya tidak bisa memperkirakan kapan api di sumur minyak itu sepenuhnya dapat dipadamkan. Apalagi tim pemadam tengah menghadapi kesulitan sejak kebakaran tersebut, yang berlangsung dari hari Sabtu 18 September 2021.

"Karena ada semburan gas dan minyak, kita tidak bisa memperkirakan itu. Dalam penanganannya kita menunggu pergerakan yang strategis. Tampaknya air tidak berdampak untuk memadamkannya," kata Samral.

Kontributor: Loadry Apryaldo
Editor: Ari