Bantuan Pemprov DKI di Muarojambi Disebut Mubazir, Anggota DPRD: Nambah Beban APBD Saja

Muaro Jambi mendapat hibah kurang lebih 3000 unit lampu jalan dari Pemprov DKI Jakarta. Namun sayangnya, lampu jalan tersebut dinilai hanya menghabiskan anggaran saja. 

Bantuan Pemprov DKI di Muarojambi Disebut Mubazir, Anggota DPRD: Nambah Beban APBD Saja
Anggota DPRD Muarojambi Usman Chalik (ist)

BRITO.ID, BERITA MUARO JAMBI - Muaro Jambi mendapat hibah kurang lebih 3000 unit lampu jalan dari Pemprov DKI Jakarta. Namun sayangnya, lampu jalan tersebut dinilai hanya menghabiskan anggaran saja. 

Hal ini disampaikan oleh Anggota DPRD Muaro Jambi Usman Chalik. Kata dia, lampu hibah ini mubazir lantaran tidak berfungsi dengan baik. 

"Mubazir, buat apa cuma jadi beban APBD saja, hanya menghabiskan," kata Usman Chalik belum lama ini.

Politisi PDI-P ini menyebut lampu jalan hibah dari Pemda DKI Jakarta itu juga tidak ekonomis. Memakan watt yang cukup besar sehingga berpotensi membebankan APBD Muaro Jambi. Juga tidak tahan lama. 

"Watt-nya besar. Kemudian tiga bulan dipake langsung putus," kata Usman Khalik. 

Selain itu juga, dengan jumlah yang cukup banyak tentu membutuhkan gudang sebagai tempat penyimpanan. Ini juga makan biaya besar, di mana per tahunnya membutuhkan biaya sewa gudang.

"Ini hanya menghabiskan uang saja, tidak difungsikan," katanya lagi.

Daripada menjadi beban APBD dan cuma menghabiskan anggaran, kata dia, alangkah lebih baiknya bila lampu-lampu tersebut dihibahkan lagi atau dilelang.

"Daripada gunakan lampu hibah itu, mending beli baru, sudah pasti tahan lama. Ini baru dipake tiga bulan la putus, biaya lagi," sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Muaro Jambi Firmansyah, membenarkan jika lampu-lampu hibah itu didapat dari Pemda DKI Jakarta.

"Setelah kita cek di gudang memang banyak yang tidak layak untuk digunakan," kata Firmansyah.

Lampu tersebut memang mempunyai watt yang cukup besar, sehingga jika digunakan akan memakan biaya yang cukup besar juga. Ditambah lagi, kata Firmansyah, baru dipasang terkadang sudah putus.

"Nanti kita carikan solusinya. Yang jelas biaya perawatan lebih besar ketika kita menerima lampu itu," katanya. 

Penulis: Raden Romi
Editor: Rhizki Okfiandi