Ibu Bupati, Jalan Lingkungan di Ibukota Muarojambi Ini Rusak Parah

Kondisi jalan Lingkungan yang berada di RT 21 Kelurahan Sengeti, Kecamatan Sekernan Kabupaten Muarojambi rusak parah.

Ibu Bupati, Jalan Lingkungan di Ibukota Muarojambi Ini Rusak Parah
Jalan Lingkungan di Ibukota Muarojambi yang Rusak Parah (Raden Romi/BRITO.ID)

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Kondisi jalan Lingkungan  yang berada di RT 21 Kelurahan Sengeti, Kecamatan Sekernan Kabupaten Muarojambi rusak parah. Banyak lubang di sana-sini, sehingga kalau hujan menimbulkan genangan air bak kubangan kerbau, jikalau panas berdebu. 

Mirisnya lagi, meski jalan tersebut berada di ibukota Kabupaten Muarojambi, namun sampai saat ini tak pernah tersentuh perbaikan. Padahal, usulan perbaikan jalan tersebut sudah kerap diusulkan warga, baik melalui Musrenbang maupun melalui anggota legislatif dapil tersebut saat reses.

Teranyar, permintaan perbaikan jalan tersebut kembali disampaikan warga di sana kepada anggota dewan dari Fraksi PDI-P Baijuri kala reses Sabtu (19/12/20) kemarin. Di depan Baijuri, Vovi perwakilan masyarakat di sana menyampaikan keinginan tersebut.

"Jalan RT 21 Kelurahan Sengeti selama ini tidak pernah tersentuh oleh pemerintah kabupaten Muarojambi, aneh rasanya ketika ibukota Muarojambi masih ada jalan yang seperti kubangan kerbau," kata Vovi.

Vovi menyebut, permintaan perbaikan jalan tersebut sudah berkali-kali disampaikan dalam kesempatan reses anggota DPRD Kabupaten Muarojambi. Namun, hingga saat ini tidak ada sedikitpun perbaikan yang dilakukan dan dirasakan warga. 

"Kami berharap kepada bapak Baijuri untuk dapat mengajukan dan memperjuangkan perbaikan jalan ini," harapnya.

Menjawab persoalan dan permintaan warganya tersebut, Baijuri menyampaikan bahwa dirinya akan memasukkan perbaikan jalan RT 21 Kelurahan Sengeti dalam penyampaian hasil reses di dewan. Ia menyebutkan akan memperjuangkan perbaikan jalan tersebut hingga bisa terealisasi.  

"Kita akan coba ajukan, apalagi ini sudah berkali-kali diajukan. Nanti akan kita perjuangkan," pungkasnya.

Penulis: Raden Romi
Editor: Rhizki Okfiandi