Biadab! Aparat India Hancurkan Rumah Tokoh Islam Usai Protes Atas Penghinaan Nabi Muhammad Dilakukan Nupur Sharma

Aparat keamanan di India menghancurkan rumah sejumlah tokoh Islam yang dituduh terlibat dalam kerusuhan, yang dipicu oleh ujaran menghina Nabi Muhammad. Para pemuka komunitas Muslim di Negara Bagian Uttar Pradesh diperintahkan untuk mengosongkan rumah sebelum tempat tinggal mereka dihancurkan.

Biadab! Aparat India Hancurkan Rumah Tokoh Islam Usai Protes Atas Penghinaan Nabi Muhammad Dilakukan Nupur Sharma
Para mahasiswa di Uttar Pradesh memprotes pembongkaran rumah pemuka Muslim, menyusul kericuhan terkait ujaran tentang Nabi Muhammad (Getty Images)

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - Aparat keamanan di India menghancurkan rumah-rumah tokoh Islam yang tidak bersalah yang dipicu oleh penghinaan terhadap Nabi Muhammad.

Para pemuka komunitas Muslim di Bagian Uttar Pradesh diperintahkan untuk mengosongkan rumah sebelum tempat tinggal mereka.

Hingga kini, setidaknya pihak telah menahan 300 orang yang terlibat dalam kericuhan selama demonstrasi di Uttar Pradesh, pada Jumat (10/06).

Adapun Menteri Narendra Modi sejauh ini belum memberikan pernyataan tentang kejadian perdana rumah dan penangkapan orang-orang yang terlibat dalam kericuhan tersebut..

Komunitas warga Muslim menggelar protes menyusul ucapan yang menghina Islam, yang diucapkan oleh dua pengurus Partai Bharatiya Janata (BJP).

Partai itu telah memecat juru bicaranya, Nupur Sharma, dan seorang pengurus lain, Naveen Jindal, atas komentar mereka yang juga menyebabkan masalah dengan beberapa negara berpenduduk Muslim.

Demonstrasi di beberapa negara bagian

Pernyataan Sharma dan Jindal telah memicu rangkaian demonstrasi di sejumlah negara bagian di India.

Gubernur Negara Bagian Uttar Pradesh, Yogi Adityanath, kemudian memerintahkan penghancuran bangunan atau rumah ilegal dari orang-orang yang dituduh terlibat dalam kericuhan pekan lalu, menurut juru bicara BJP.

Salah satu rumah yang dihancurkan adalah milik politisi bernama Javed Ahmed, seperti dikutip dari surat kabar berbahasa Inggris di India, Hindustan Times.

Otoritas Pengembangan Prayagraj (PDA) telah memasang pemberitahuan pembongkaran di rumah Ahmed, memintanya untuk mengosongkan rumah itu pada Minggu (12/06) pukul 5:30 waktu setempat.

Pemberitahuan pembongkaran menyebutkan bahwa rumah itu "dibangun secara ilegal".

Ahmed dituding sebagai dalang dari kericuhan tersebut, menurut kantor berita Reuters.

Sementara putrinya, Afreen Fatima, adalah pegiat hak komunitas Muslim yang merupakan minoritas di India.

Tempat tinggal milik dua orang lain yang diduga melempar batu usai salat Jumat pada pekan lalu di negara bagian itu, juga dihancurkan.

Penasihat media Yogi Adityanath, Mrityunjay Kumar, mengunggah foto excavator tengah menghancurkan suatu bangunan dan berkata: "Ingat, setiap Jumat selalu diikuti oleh Sabtu..." di akun Twitter-nya.

Pembongkaran rumah sejumlah pemuka agama Islam di Uttar Pradesh ini telah menuai kecaman.

https://twitter.com/warispathan/status/1535919592899751936

Para pemimpin oposisi mengatakan pemerintah Adityanath telah melakukan tindakan inkonstitusional karena membungkam pengunjuk rasa.

Sementara di Negara Bagian Kashmir, kepolisian menangkap seorang remaja karena mengunggah video yang memuat ancaman untuk memenggal mantan juru bicara BJP Nupur Sharma, menurut keterangan pejabat setempat.

Video itu - yang menyebar di YouTube - kini menyebar oleh pihak tertentu, sebagai salah satu langkah untuk mengatasi demonstrasi yang telah menyebar di penjuru negeri.

Adapun, di Negara Bagian Benggala Barat di India timur, pihak yang memberlakukan aturan pertemuan di distrik industri Howrah hingga 16 Juni mendatang.

setidaknya 70 orang ditahan karena tidak terlibat dalam kesalahan umum di bagian negara itu.

Ketua BJP di Benggala Barat dengan negara tetangga Bangladesh, dengan menuding negara yang mayoritas penduduknya Muslim itu, memicu kekerasan di India.

Sumber: BBC Indonesia

Editor: Ari