Bulog Acapkali Operasi Pasar, Pedagang Tradisional Khawatir Gulung Tikar

Bulog Acapkali Operasi Pasar, Pedagang Tradisional Khawatir Gulung Tikar
Ilustrasi beras Bulog. (Istimewa)

BRITO.ID BERTA TUNGKAL - Sejak pergantian beras sejahtera ke Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), pihak Perum Bulog Subdivre Kualatungkal hampir setiap hari menggelar Operasi Pasar. Akibatnya omset pedagang di Pasar Tradisional Kualatungkal menurun.

Operasi pasar yang digelar guna memudahkan bagi warga mendapatkan beras dengan harga murah ini,  justru dikeluhkan pedagang beras di Pasar Parit I Kualatungkal.

Aman salah seorang pedagang mengakui, sejak operasi pasar yang dilakukan Bulog, beras dagangannya sepi dari pembeli.

"Omset kita turun. Karena beras yang dijual Bulog lebih murah. Kalau tiap hari Bulog jual beras, lambat laun pedagang beras gulung tikar," katanya.

Abdullah pedagang beras lainnya yang berdagang di Pasar Parit III juga mengungkapkan hal serupa. Bahkan dalam satu hari hanya ada 1 hingga 2 pembeli yang membeli beras miliknya.

"Hendaknya pihak Bulog melakukan Operasi Pasar cukup dipelosok Desa saja, dan saat terjadi gejolak harga," harapnya.

Hingga berita ini dimuat, pihak Bulog Subdivre Kualatungkal belum bisa dikonfirmasi.

Penulis: Heri Anto
Editor: Ari