Meski Stabil, Petani Kopi Tanjabbar Rindukan Harga Naik

Meski Stabil, Petani Kopi Tanjabbar Rindukan Harga Naik
Salah seorang petani kopi. (Ist)

BRITO.ID, BERITA TUNGKAL - Harga jual kopi ditingkat petani masih rendah dan membuat petani mulai mengeluh. Sebagian besar petani kopi Tanjab Barat berharap ada kenaikan harga kopi ditingkat petani. 

Murdianto, Petani Kopi di Parit Tomo, Kecamatan Betara mengatakan saat ini harga kopi per kilogramnya Rp27 ribu dengan kadar air 12 persen. 

Katanya, jika saat ini dihargai Rp27 ribu per kilogram tergolong masih jauh dari harapan. Sebab bila dibandingkan dengan upah petik Rp12 - 15 ribu perkaleng, petani hanya mendapat Rp12 ribu perkilo. 

"Harga tersebut masuk kategori kopi asalan atau kopi yang tidak menggunakan SOP," jelasnya, Jumat (29/11)

Sementara harga kopi dengan SOP (green bean) dijual seharga Rp130 ribu per kilogramnya. 

"Memang, harga kopi saat cenderung stabil, Rp27 per kilo. Kalau green bean atau sesuai standar SOP itu Rp130 ribu per kilo," ujarnya 

Menurutnya, untuk mendapat harga standar SOP, kopi harus melalui proses pengolahan yang panjang. Mulai dari pemetikan, penjemuran dan penggilingannya sesuai standar.

"Meski harga kopi green bean menguntungkan bagi petani, hanya saja pembelinya masih sepi," ungkapnya.

Sementara Jamil, Petani lainnya mengharapkan kepada pemerintah melalui dinas terkait untuk mendukung petani. Dengan memberikan solusi peningkatan penjualan produk hasil pertanian Tanjab Barat.

"Kami harap pemerintah bisa mencarikan marketing dalam penjualan kopi jenis SOP, sialnya saat ini masih sepi pembeli," tukasnya. 

Penulis: Heri Anto
Editor: Ari