40 CPNS 2018 tak Kunjung Diangkat, Bupati Tanjab Barat Berang ke BKPSDM

Nasib 40 orang CPNS yang sudah mengikuti pelatihan dan pendidikan Tahun 2018/2019 silam kini terkatung katung. Pasalnya, hingga kini pihak BKPSDM Tanjab Barat belum lakukan pra jabatan.

40 CPNS 2018 tak Kunjung Diangkat, Bupati Tanjab Barat Berang ke BKPSDM
Bupati Tanjab Barat Safrial (Heri Anto/BRITO.ID)

BRITO.ID BERITA TANJAB BARAT- Nasib 40 orang CPNS yang sudah mengikuti  pelatihan dan pendidikan Tahun 2018/2019 silam kini terkatung katung. Pasalnya, hingga kini pihak BKPSDM Tanjab Barat belum lakukan pra jabatan. 

Hal ini ternyata mendapat tanggapan serius dari Bupati Tanjab Barat H Safrial. Bahkan Bupati secara tegas meminta BKPSDM jangan gagal paham dan agar segera mengangkat CPNS, yang dinyatakan lulus tersebut.

Ia menyebutkan bahwa tidak ada alasan untuk tidak mengangkat bagi CPNS, yang dinyatakan telah lulus minimal lebih dari 1 tahun.

"Sudah saya bilang, saya sudah panggil BKD (BKPSDM), tidak ada alasan tidak mengangkat sesuai yang ada di dalam undang-undang. Bahwa pengangkatan pegawai negeri itu minimal 1 tahun, nah kalau sekarang kan sudah lebih." Tegasnya.

Menurut Bupati, seharusnya BKPSDM lebih bijak menanggapi hal ini. Apalagi jadwal pengangkatan CPNS ini, sekarang sudah lebih dari 1 tahun.

"Ngapain mau nunggu lagi, kalau hanya edaran itu bukan undang-undang. Saya bilang kasihan anak-anak itu, mereka sudah menjalanin pendidikan dan pelatihan, kok tidak diangkat. Nah kalau seperti ini kan Pemkab harus laporan dulu ke BKN Palembang, coba kalau kemarin sebelum 1 tahun sudah kita angkat. Ya sudah itu kewenangan kita," paparnya. 

Bupati menyampaikan bahwa BKPSDM tidak perlu menunggu-nunggu, untuk mengangkat CPNS atau pun menunggu pendidikan yang baru. 

"Jadi saya kemarin sudah memerintahkan BKPSDM buat surat ke BKN, meminta izin pengangkatan Pegawai. Saya katakan sudah tidak ada aturan yang mengatakan tidak boleh diangkat, karena kita sudah lewat 1 tahun. Kasian mereka," Tukasnya. 

Diketahui, ada 145 orang yang belum dilakukan pra jabatan atau Latsar, yakni di golongan III dan II. 

Penulis: Heri Anto
Editor: Rhizki Okfiandi