Cabup Mashuri Dihadang Sekelompok Orang Sambil Bawa Kayu di Tanah Tumbuh Bungo

Calon Bupati Bungo H Mashuri, nyaris menjadi korban arogansi sekelompok warga ala preman di Kecamatan Tanah Tumbuh, Sabtu (21/11). Peristiwa ini terjadi hendak menghadiri undangan pernikahan warga di Kampung Pelangeh, Dusun Tanah Tumbuh Kecamatan Tanah Tumbuh.

Cabup Mashuri Dihadang Sekelompok Orang Sambil Bawa Kayu di Tanah Tumbuh Bungo
Warga yang menghadang Mashuri. (Ist)

BRITO.ID, BERITA BUNGO - Calon Bupati Bungo H Mashuri, nyaris menjadi korban arogansi sekelompok warga ala preman di Kecamatan Tanah Tumbuh, Sabtu (21/11). Peristiwa ini terjadi hendak menghadiri undangan pernikahan warga di Kampung Pelangeh, Dusun Tanah Tumbuh Kecamatan Tanah Tumbuh.

Beberapa saat tak jauh dari lokasi pesta, tiba-tiba iring-iringan kendaraan calon petahana ini dihadang oleh sekelompok warga.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui alasan penghadangan itu. Namun salah satu kendaraan dalam iringan Hamas dirusak.

"Kejadiannya tadi di dekat kantor Camat Tanah tumbuh. Saat melintas, ada puluhan orang yang sudah siap dan langsung menghadang. Rombongan kami langsung tertahan," ungkap Andas Toto Wakil Direktur Pemenangan Hamas-Apri yang ikut dalam rombongan itu.

Andas Toto menyebutkan, puluhan orang yang telah bertindak ala preman ini tidak hanya melakukan penghadangan. Tetapi lakukan tindakan anarkis dengan merusak kendaraan menggunakan kayu dan batu.

"Masa ini ada yang menggunakan kayu, batu. Karena melihat situasi membahayakan, anggota polisi pengawal pak Mashuri terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan," jelasnya.

Diharapkan kejadian serupa tak terulang, Andas Toto berharap adanya tindakan tegas dari aparat kepolisian. Dia menduga tindakan ini didalangi oleh oknum dan patut pula diduga katanya berkaitan dengan suksesi pemilihan kepala daerah. 

Ia menegaskan, jika itu benar cara seperti ini adalah tindakan premanisme dan akan merusak proses demokrasi pilkada damai.

"Tim advokasi kami dalam waktu dekat akan membuat laporan pada pihak kepolisian. Kami juga meminta aparat penegak hukum untuk dapat menindak tegas para pelaku," harapnya.

Terpisah, Kapolres Bungo AKBP Mokhammad Lutfi membenarkan adanya laporan kejadian penghadangan dan perusakan kendaraan ini. Dikatakannya, pihak Polres akan melakukan penyelidikan, pemeriksaan saksi untuk mengetahui pelakunya.

"Memang benar, nanti akan kita tindaklanjuti. Kami juga menghimbau agar tidak ada masyarakat yang melakukan pelanggaran hukum, baik hukum pidana maupun UU pemilu ," ucap Lutfi. (red/tmc)