Cuitan Andre Rosiade: Pak Menag Saya Anggota DPR RI Celana Cingkrang, Tapi Kami Tidak Radikal

Cuitan Andre Rosiade: Pak Menag Saya Anggota DPR RI Celana Cingkrang, Tapi Kami Tidak Radikal
Cuitan Andre Rosiade di media sosial Twitter. (Screenshot/brito.id)

BRITO.ID, BERITA VIRAL - Soal pernyataan Menteri Agama Jenderal (Purn) Fachrul Razi menyoroti soal penggunaan celana cingkrang di lingkungan aparatur sipil negara (ASN) ditanggapi serius oleh Anggota DPR RI Andre Rosiade. Melalui Akun Twitter nya Andre menanggapi pernyataan Menag itu.

"Pak Menteri Agama. Sy anggota DPR RI, celana sy cingkrang, sy berjenggot. Istri sy Jilbabnya panjang. Kami sering ikut pengajian. Tapi kami tidak Radikal. Bagi kami Pancasila ideologi negara yg Final. Tlg pak Menteri berkomentar jgn bikin gaduh. Kalo tdk paham silahkan tanya MUI," tulis Andre dikutip BRiTO.ID dari Twitternya, Jumat (1/11).

Cuitan Andre ini pun ditanggapi berbagai macam netizen.

Suatu pekerjaan bila diserahkan bukan pada yg ahlinya,maka tunggulah kehancuran,,br 10 hari menjabt udah bikin gaduh umat,,gmn 5 thn k depan...!!! Tulis balasan RI an Reyzhan_adla.

Baca Juga: Soal Celana Cingkrang Bagi ASN, Menteri Agama: Kalau Nggak Bisa Ikuti, Keluar Kamu!!


"Kita ga prnh dpt ahlinya tuh! 2 mentri agama terakhir yang katanya dari partai ka,bah ter nyata tersangkut korupsi sblmnya yg terlihat ahlinya suka ceramah agama juga begitu jadi dimana ahlinya?," Tulis Andini Lopa @ulamakardus.

"Bagaimana kalau pak Menteri Diskusi dan Kajian Syariat terbuka Live di TV, dengan Ulama2 Istiqomah seperti UAS. 
Setidaknya nambah2 ilmu jg bagi kami2," Tulis Han Bgl Han_alfaqir.

Baca Juga: Soal Anggaran Lem Aibon DKI Jakarta, FITRA: Niat Korupsi?


Sebelumnya Menag Fachrul menyebut ada aturan larangan penggunaan celana cingkrang bagi PNS.

Hal itu merujuk Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 6 Tahun 2016, ASN pria diwajibkan menggunakan celana panjang yang menutupi mata kaki.

Adapun, maksud dari istilah celana cingkrang, biasanya ujung celana berada di atas mata kaki.

"Tapi dari aturan pegawai bisa, misalnya di tempat ditegur celana kok tinggi gitu? Kamu enggak lihat aturan negara bagaimana? Kalau enggak bisa ikuti, (silakan) keluar kamu," kata dia.

Tak hanya itu, Fachrul juga memperingatkan PNS yang mendukung khilafah, untuk keluar dari Indonesia.

"Sikap kita mesti sama. kalau ada yang bersifat mendukung khilafah itu kan mendukung negara lain kamu dibayar Indonesia kamu harus hormat Indonesia kamu bisa berubah enggak? Kalau enggak bisa keluar Indonesia keluar dari wilayah ini!" kata Fachrul. (Red)