Dapat Perlawanan dari PT ATGA Jambi, KLHK Siapkan Kontra Banding

Setelah mengetahui PT Agro Tumbuh Gemilang Abadi (ATGA), mengajukan banding terkait kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI selaku penggugat akhirnya menyatakan akan melakukan kontra banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Jambi.

Dapat Perlawanan dari PT ATGA Jambi, KLHK Siapkan Kontra Banding
Karhutla yang Terjadi di Lahan PT ATGA Jambi (ist)

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Setelah mengetahui PT Agro Tumbuh Gemilang Abadi (ATGA), mengajukan banding terkait kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI selaku penggugat akhirnya menyatakan akan melakukan kontra banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Jambi.

KLHK melalui jaksa pengacara negera, mengaku sudah mendapat informasi jika PT ATGA telah mengajukan banding pada hari Kamis, tanggal 23 April 2020 lalu.

Hal ini disampaikan melalui Kasi Penkum Kejati Jambi, Lexy Fatharany. “Kita akan segera menyusul kontra memori banding dengan permohonan tetap menguatkan Putusan PN Jambi,” kata Lexy, Senin (11/5).
 
Lexy mengaku saat ini pihaknya telah mendapatkan memori banding dari pemohon PT ATGA, yang sebelumnya selaku tergugat dalam kasus Karhutla di Jambi beberapa waktu lalu. 
 
“Kita sudah terima memori banding PT. AGTA dari panitera PN Jambi dan sudah kita teruskan pada Menteri LHK selaku pemberi kuasa, Insya Allah kita akan segera susun dan sampaikan kontra memori bandingnya,” sebut Lexy.
 
Salah satu point kontra banding itu kata Lexy, adalah memohon kepada hakim tinggi tetap menguatkan putusan PN Jambi. 

“Isi kontra memori banding, ya melawan memori banding PT. AGTA dan mohon Hakim Tinggi tetap menguatkan Putusan PN Jambi,” tegasnya.
 
Seperti diketahui, dalam kasus Karhutla ini, Kementerian LH meyakini kerusakan ekologis atas kebakaran sebesar Rp. 160 miliar, sebagai bagian dari pemerintah dan berupaya untuk menghukum korporasi supaya tidak melakukan kelalaian yang sama dikemudian hari maka Pengugat mengajukan gugatan ke Pengadilan.

Oleh karena dalam putusannya, hakim Pengadilan Negeri Jambi menghukum Tergugat untuk membayar ganti kerugian materil kepada Penggugat yang meliputi No.Komponen Jumlah (Rp), satu kerugian Ekologis Rp. 112.170.187.500, dan dua Kerugian Ekonomis Rp 47.924.148.000, total Rp. 160.094.335.500.

Tidak hanya itu, hakim juga menghukum Tergugat untuk membayar Biaya Pemulihan kepada Penggugat yang meliputi No. Komponen Jumlah (Rp), satu Biaya Pemulihan Rp. 366.000.000.000,- dan dua Biaya untuk mengaktifkan fungsi ekologis yang hilang Rp. 13.462.687.500,-

Selain itu, tergugat juga dibebankan Biaya Pembangunan/ Perbaikan sistem hidrologi (water management) di lahan gambut Rp. 18.000.000.000, biaya Revegetasi Rp. 30.000.000.000,-, biaya Biaya Verifikasi Sengketa Lingkungan Hidup Rp 86.000.000, Biaya Pengawasan Pelaksanaan Pemulihan Rp. 2.900.000.000, total Rp. 430.448.687.500,.  
 
Tidak terima dengan putusan ini, PT ATGA melalui kuasa hukumnya menyatakan banding dan melayangkan memori banding ke PT Jambi. Momeri banding ini merupakan perlawanan hukum PT ATGA terhadap putusan Pengadilan Negeri Jambi. 

Penulis: Hendro Sandi

Editor: Rhizki Okfiandi