Deddy Corbuzier Minta Maaf, Ustadz Yusuf Mansur: Ini Bagus Bener Minta Maaf, Ngaku Salah

Ustadz Yusuf Mansur mengomentari pernyataan Deddy Corbuzier yang meminta maaf atas komentarnya terkait video santri tutup telinga saat mendengar musik. Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Quran itu mengaku setuju dengan sikap kesatria yang ditunjukkan presenter kondang itu.

Deddy Corbuzier Minta Maaf, Ustadz Yusuf Mansur: Ini Bagus Bener Minta Maaf, Ngaku Salah
Deddy Corbuzier dan UYM belum lama ini. (Ist)

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - Ustadz Yusuf Mansur mengomentari pernyataan Deddy Corbuzier yang meminta maaf atas komentarnya terkait video santri tutup telinga saat mendengar musik.

Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Quran itu mengaku setuju dengan sikap kesatria yang ditunjukkan presenter kondang itu.

"Bener. Ini bagus bener. Udah aja minta maaf. Ngaku salah," kata Ustaz Yusuf Mansur melalui akun miliknya di Instagram.

Menurut dia, setiap orang pasti punya banyak salah, kelemahan dan ketidaktahuan, akan tetapi semua orang bisa melakukan seperti yang dilakukan Deddy Corbuzier.

"Saya mau belajar dari beliau (Deddy Corbuzier) ini," kata suami Siti Maemunah itu.

Diberitakan sebelumnya, Deddy Corbuzier meminta maaf karena tidak teliti terlebih dahulu sebelum mengomentari video santri yang menutup telinga yang ternyata belakang baru diketahui mereka adalah penghafal Alquran, bukan sedang mendengar musik.

"Saya mau minta maaf sebesar-besarnya karena kemarin saya goblok saja sudah mengomentari masalah santri yang tutup kuping," kata Deddy Corbuzier melalui akun miliknya di YouTube, Minggu (19/9). Menurut UYM, anak-anak penghafal Alquran memang perlu konsentrasi.

Namun pemilik nama asli Jam'an Nurkhatib Mansur itu menyampaikan, ada juga ilmu di dunia penghafal Alquran, yaitu menghafal di keramaian, bukan di kesunyian.

Jadi penghafal Alquran belajarnya di keramaian, bukan di kesunyian, dan banyak yang berhasil. "Sehingga enggak peduli noise seberapa besar dan mengganggu, oke-oke aja," kata UYM lagi.

UYM mencontohkan Ustaz Hartanto, salah satu yang menerapkan ilmu menghafal Alquran di keramaian.

"Ngafal asyik-asyik aja di bus, di kereta, padahal ramai, penuh, sesak, panas," ujarnya.

Sumber: JPNN.com
Editor: Ari