Di Hadapan Hakim, Saksi Kasus OTT Suap CPNS Muarojambi Ungkap Fakta Ini

Di Hadapan Hakim, Saksi Kasus OTT Suap CPNS Muarojambi Ungkap Fakta Ini

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Masih ingat aksi Operasi Tangkap Tangan (OTT) penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang terjadi di Kabupaten Muarojambi beberapa waktu lalu? Tersangkanya adalah M Yusuf.

M Yusuf, Kasubag Pengangkatan di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Muarojambi ini telah masuk tahap persidangan. Setelah pembacaan dakwaan oleh jaksa, kali ini giliran saksi pertama yang dihadirkan jaksa.

Saksi tersebut yakni Asrul Asmawan. Dia adalah pemberi suap agar diluluskan menjadi PNS oleh terdakwa. Dihadapan majelis hakim yang dipimpin Dedi Mukhti Nugroho, saksi membeberkan sejumlah pernyataannya dalam kasus tersebut. 

"Benar bahwa saya memberikan uang kepada terdakwa yang mulia. Namun itu karena saya takut nanti berkas saya tidak diteruskan, bukan karena minta lulus CPNS," kata saksi, Rabu (27/3).

Menurut saksi, saat itu dirinya mengikuti CPNS di Muaro Jambi, dan telah mengikuti beberapa tahapan. "Ketika seleksi administrasi saya yakin lululs, walaupun nilai saya rendah," katanya. 

Diakuinya, kejadian bermula saat dirinya ditelepon oleh terdakwa yang mengaku dari BKD Muaro Jambi. "Saya tidak tahu dapat nomor saya dari mana. Dia mengatakan bahwa ada nilai yang kurang, dan diminta untuk menemuinya,. Tapi dia minta uang 100 juta. Mana mungkin saya bisa," ujarnya.

Namun setelah mendapat angka sepakat, akhirnya saksi meyerahkan uang kepada terdakwa. Dan sesaat setelahnya terjadi OTT. "Saya tidak tahu ada OTT pada saat itu. Yang jelas saya menyerahkan uang dan langsung pulang," katanya. 

Keterangan saksi pun sempat dibantah terdakwa. "Tidak benar jika saksi sudah pergi pada saay OTT. Saksi masih ada di depan rumah saya. Saya juga tidak pernah menelepon langsung saksi," ujar terdakwa. 

Dalam kasus OTT ini, pihak Kejari Muaro Jambi mendapati uang tunai sejumlah lebih kurang Rp20 juta, sebagai uang untuk meluluskan sebagai PNS. (red)

Kontributor: Hendro