Disinyalir, Oknum ASN Kuasai Sejumlah Proyek di Merangin

Disinyalir, Oknum ASN Kuasai Sejumlah Proyek di Merangin
Oknum ASN di Merangin diduga kuasai sejumlah proyek. (istimewa)

BRITO.ID, BERITA MERANGIN - Beberapa oknum ASN Merangin diduga menguasai sejumlah proyek yang ada di OPD Merangin. 

Informasi yang didapat, oknum ASN tersebut diduga merupakan kerabat dekat Bupati Merangin, Al Haris. Bahkan satu diantara oknum tersebut, diduga langsung menjadi pengawas proyeknya sendiri.

Brito.id melakukan penelusuran di sejumlah OPD. Salah seorang narasumber terpercaya kepada Brito.id menyebutkan oknum ASN ini salah satunya bekerja di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPU-PR) Merangin. Dia menguasai sedikitnya lima paket proyek Penunjukan Langsung (PL).

”Ada lima proyek yang dikerjakannya. Semua proyeknya itu, ya dia sendiri yang menjadi pengawasnya,” ujar narasumber, yang meminta namanya tidak disebut.

Menurut dia, pekerjaan tersebut diantaranya, pekerjaan turap di Rumdis Bupati, kemudian pelataran parkir Rumdis Bupati hingga pemasangan pavin blok Kantor Camat.

“Proyek-proyek ini dia langsung yang mengerjakannya, tetapi menggunakan perusahaan orang. Dan orang yang mempunyai perusahaan hanya menerima fee,” katanya.

Selain oknum yang bekerja di Dinas PU-PR ini, ada satu oknum ASN lainnya yang juga tercium mengerjakan sejumlah proyek yang ada di Merangin.

Oknum tersebut dikabarkan bekerja di Dinas Perkim. Bahkan oknum ini adalah kerabat dekat orang nomor satu di Kabupaten Merangin.

Penelusuran Brito.id, disinyalir salah satu pekerjaan yang dilakukannya yakni rehab jembatan gantung Desa Sepantai Renah, Kecamatan Muara Siau.

“Itu orang dekat Bupati. Dia dulu dinas di Jambi, mungkin baru satu atau dua tahun dia pulang ke Merangin, salah satu pekerjaannya yakni rehab jembatan gantung di Desa Sepantai,” ujar narasumber lagi.

Masih disebutkan narasumber, modus para oknum ASN yang menguasai sejumlah proyek ini beragam. Ada yang mengerjakannya langsung, dan ada juga yang menjual proyek ini dengan fee mencapai 10 persen.

”Modusnya tentu beragam. Ada yang mengerjakannya langsung dan meminjam perusahaan orang lain. Ada juga yang langsung dijual, sehingga memang tidak terendus,” ungkapnya.

Oknum ASN yang bekerja di DPU-PR itu belum bisa dimintai keterangan. Coba dikonfirmasi melalui sambungan telepon, belum memberikan tanggapan hingga berita ini diturunkan, karena nomornya bernada tidak aktif. (red)

Penulis: Rhizki Okfiandi