Ditolak KPU, Bacalon Perseorangan di Bungo Ini Ambil Sikap

Ditolak KPU, Bacalon Perseorangan di Bungo Ini Ambil Sikap
Pasangan Bakal Calon M Hendri Nur- Ismail Buzar (ist)

BRITO.ID, BERITA JAMBI - KPU Kabupaten Bungo telah resmi menolak syarat dukungan calon perseorangan pasangan Calon Bupati M Hendri Nur dan Calon Wakil Bupati Ismail Buzar.

Penolakan tersebut berdasarkan jumlah dukungan yang tidak memenuhi syarat, dimana jumlah dukungan minimal sebanyak 23.932, pasangan ini hanya mampu mengumpulkan 17.740.

Berdasarkan hal tersebut Bakal Calon bersama tim memberikan pernyataan sikap melalui press release.

"Kami bakal Calon sudah berkerja keras siang – malam tanpa lelah demi visi Bungo Menjawab, untuk masyarakat Kabupaten Bungo yang sangat kami cintai, kami tidak kecewa, kami tidak marah, kami tidak menyesal. Tapi kami sangat sedih dan haru karena untuk hari ini," tulis press release pasangan ini.

Selain itu, dalam press releasenya pasangan ini juga menyebutkan kalau mereka gagal untuk mewujudkan visi misi mereka.

"Ingat untuk hari ini kami gagal untuk mewujudkan visi Bungo Menjawab, menciptakan 999 Tahfiz Qur’an setiap tahun dengan target menjadikan bungo sebagai rumah Al-Qur’an. Menaikkan harga jual karet, dengan harga standar pemerintah terendah 12.000/kg. meniadakan biaya masuk sekolah 1 rupiah pun, untuk masyarakat dan pendidikan Bungo kedepan. Agar tidak ada lagi beban bagi ibu-ibu untuk memasukkan anaknya sekolah. Kami akan mewujudkan berobat ke R.S Hanafie Bungo tanpa biaya, cukup dengan KTP saja," ujarnya.

Pernyataan sikap kekecewaan dari kedua kandidat tersebut, tidak menyurutkan keinginan mereka untuk mewujudkan Bungo Menjawab. Mereka akan melakukan komunikasi politik kepada partai Politik yang ada di Bungo.

"Saya tegaskan kami tidak berhenti sampai disini, kami akan melakukan komunikasi politik ke Partai Politik yang ada di Bungo, mudah-mudahan Allah meridhoi perjuangan untuk Rakyat ini," terangnya.

Sementara itu terkait untuk penolakan yang dilakukan oleh KPU Bungo, Bacalon sangat menyayangkan karena berita acara yang diberikan tanpa lampiran data pendukung yang dianggap tidak sah.

"Kami sangat menyayangkan, karena kami menerima Berita Acara tanpa lampiran data pendukung sebanyak 7.345 yang dianggap tidak lengkap, siapa dan dimana dukungan kami yang tidak lengkap, sehingga kami tidak bisa mengkroscek," pungkasnya.

Penulis: Dewi Anita

Editor: Rhizki Okfiandi